Pengakuan Operator SDN Banyumas 1 Pandeglang soal Dugaan Pungli ke Wali Murid untuk Urus Perpindahan
Taufik Nuzulul Qur'an oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai operator SD Negeri Banyumas 1, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Taufik Nuzulul Qur'an oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai operator SD Negeri Banyumas 1, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, akhirnya buka suara terkait dugaan pungutan liar (Pungli) atau permintaan sejumlah uang kepada wali murid untuk mengurus data perpindahan sekolah anaknya.
SD Negeri 1 Banyumas berlokasi di Kampung Parakan, Desa Banyumas, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Orang tua siswa SD Negeri Banyumas 1, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, diminta sejumlah uang oleh Taufik sebesar Rp400 ribu, dengan alasan biaya mengurus administrasi kepindahan anaknya sekolah, dari sekolah madrasah di kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, ke SD Negeri Banyumas 1.
Dalam pengakuannya, uang tersebut rencananya akan diberikan kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Pandeglang Rp200 ribu, Kordinator Administrasi Sekolah (Kormin) Kecamatan Rp100 ribu dan operator.
Taufik mengakui bahwa tindakan yang dilakukannya tersebut salah. Ia juga meminta maaf, dikarenakan khilaf atas adanya permintaan sejumlah uang kepada orang tua siswa.
"Saya memohon maaf dan saya mengakui itu salah. Saya respek spontan menjawab seperti waktu itu. Karena awalnya tidak ada niat seperti itu, namun saya hanya niatnya membantu supaya siswa itu melaksanakan sekolah di SD Negeri Banyumas 1," ujarnya kepada TribunBanten.com, ditemui di SD Negeri Banyumas 1, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (12/2/2026).
"Karena saya khawatir siswa itu sudah kelas enam, tapi ternyata data perpindahannya belum masuk ke dapodik. Makanya itu kewajiban bagi saya," sambungnya.
Baca juga: Ketua Kormin Bojong Pandeglang Bantah Terima Uang Pungli dari Operator SDN 1 Banyumas
Ia mengatakan permintaan uang kepada orang tua siswa hanya sebatas bentuk ucapan terima kasih kepada instansi terkait yang sudah membantu apabila data siswa tersebut bisa diselesaikan.
"Jadi tujuannya seperti itu, saya tidak berniat mencemarkan nama baik instansi Kormin kecamatan, dan instansi kabupaten," katanya.
"Saya mohon maaf kepada Kormin kecamatan dan Disdikpora kabupaten," sambungnya.
Menurutnya kejadian yang terjadi seperti ini baru pertama kali ia lakukan. Sebab, sebelumnya tidak pernah dilakukan.
"Baru kali ini, malahan saya sering bantu rotasinya atau perpindahan siswa ketika ada kendala, tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun kepada saya," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengakui bahwa nomor dana yang dikirimkan kepada orang tua siswa adalah nomor rekening pribadinya.
"Iya pribadi. Tadinya saya ingin mempermudah komunikasi, dan mempermudah orang tua siswa," katanya.
"Dan uangnya pun belum saya terima, baru rencana saja," sambungnya.
operator sekolah
Pandeglang
Kabupaten Pandeglang
SDN 1 Banyumas
Provinsi Banten
Banten
pungli
pungli di sekolah
| Anak Wisatawan Kejang di Pantai Anyer, Biddokkes Polda Banten Sigap Selamatkan Nyawa Korban |
|
|---|
| Tak Jauh dari Anyer, Pulau Sekeren Ini Bisa Jadi Alternatif Wisata Libur Lebaran 2026 |
|
|---|
| PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H/2026 |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini, Selasa 24 Maret 2026: Tangerang, Serang, Cilegon, Lebak-Pandeglang |
|
|---|
| Hotel di Anyer Diserbu Wisatawan saat Libur Lebaran 2026, Jabodetabek Mendominasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/operator-SD-Negeri-Banyumas-1-Kecamatan-Bojong.jpg)