Bupati Dewi Bersama BPOM Serang Sidak Pasar Badak Pandeglang, Dua Sampel Makanan Positif Formalin
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, bersama Kepala BPOM Sedang, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Badak, Selasa (23/2/2026).
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, bersama Kepala BPOM di Serang, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Badak, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (23/2/2026).
Pasar Badak Pandeglang berlokasi di pusat Kota Pandeglang, tepatnya di Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Sidak tersebut dilakukan dalam rangka memastikan keamanan bahan pangan yang dijual kepada masyarakat.
"Hari ini pemerintah daerah bersama jajaran forkopimda, melakukan oprasi sidak pasar, untuk memastikan keamanan, ketersediaan dan keterjangkauan harga untuk masyarakat," ujar Bupati Dewi, saat di Pasar Badak Pandeglang.
Orang nomor satu di Pandeglang itu mengatakan, Sidak ini menyasar para pedagang yang menjual ikan asin, tahu, sembako, dan daging.
Dari hasil uji cepat atau rapid test tersebut, ada beberapa sampel menunjukkan indikasi positif mengandung zat berbahaya, yakni formalin.
Formalin adalah larutan tidak berwarna, berbau menusuk, yang terdiri dari sekitar 37 persen formaldehid dalam air, umumnya digunakan sebagai disinfektan, bahan pengawet industri, dan pengawet mayat. Zat ini sangat beracun dan karsinogenik (pemicu kanker) jika dikonsumsi, sering disalahgunakan untuk mengawetkan makanan seperti mie, tahu, dan ikan.
Atas temuan itu, Dewi berharap, para pedagang bisa lebih peduli terhadap kesehatan dan keamanan pembeli dengan tidak menjual makanan berbahaya.
"Agar para anggota keluarga bisa menikmati makanan dengan aman, dan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya," katanya.
Baca juga: Lubang Maut di Jalan Labuan Pandeglang Masih Menganga : Picu Kecelakaan, Tukang Ojek Jadi Tersangka
Baca juga: Tukang Ojek Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Gubernur Banten-Bupati Pandeglang Digugat ke Pengadilan
Ia juga mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Pandeglang, agar selalu berhati-hati saat memilih makanan yang akan dikonsumsi.
"Kedepan agar masyarakat bisa memilih makanan yang sehat untuk dikonsumsi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai BPOM di Serang, Fauzi Ferdiansyah, menyebut dari 15 sampel bahan makanan yang dilakukan uji cepat, dua di antaranya positif mengandung zat berbahaya formalin.
"Masih ditemukan ada satu makanan mutiara positif formalin, dan satu teri yang kecil juga positif formalin," katanya.
Fauzi mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati memilih makanan.
Terlebih, dirinya juga meminta kepada pengelola pasar dapat segera menarik bahan makanan yang terdeteksi positif zat berbahaya.
"Segera diamankan, jangan dijual dulu dia makanan yang tadi positif formalin, agar puasa di bulan Ramadan ini tidak terganggu," pungkasnya.
| Soroti Penegakan Hukum di Banten, Anggota DPR Rano Alfath Minta APH Profesional dan Tak Tebang Pilih |
|
|---|
| PKB Pandeglang Bakal Usung Calon Bupati hingga Target Duduki Kursi Ketua DPRD di Tahun Politik 2029 |
|
|---|
| Muscab PKB Pandeglang, Umar Bin Barmawi Minta Kader Rebut Kursi Legislatif dan Eksekutif |
|
|---|
| Pesan Wabup Iing di Muscab PKB Pandeglang, Ucap Terima Kasih atas Dukungan Pilkada 2024 |
|
|---|
| Rano Alfath Hadiri Muscab PKB Pandeglang, Nama Nawawi Nurhadi Menguat Diusulkan Kembali Jadi Ketua |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/SIDAK-MAKANAN-BPOM-DI-PANDEGLANG-BUPATI-DEWI.jpg)