Potret Pembuatan Apem Putih Bohay Sejak 1970, Kue Tradisional Khas Pandeglang Diburu Saat Ramadhan

Potret pembuatan kue apem putih bohay tradisional khas Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu (14/3/2026).

|
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Potret pembuatan kue apem putih bohay tradisional khas Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu (14/3/2026).

Apem putih bohay diproduksi secara turun-temurun sejak tahun 1970 di Desa Kadubangbang, Kecamatan Cimanuk, Pandeglang.

Kue apem putih bohay menjadi buruan warga lokal maupun luar daerah sebagai menu berbuka puasa saat Ramadan.

Di pinggir jalan, tidak sedikit warga yang menjual apem putih bohay menjelang waktu berbuka puasa.

Baca juga: Royal Baroe Serang Dipadati Pengunjung, Warga Berburu Baju Lebaran hingga Malam

Pembuatan Apem Putih Bohay

Apem putih bohay terbuat dari beberapa bahan baku pilihan.

Tepung beras menjadi bahan utama yang dipadukan dengan tape singkong, kemudian difermentasi selama enam hingga delapan jam.

Setelah adonan mengembang, adonan dituangkan ke dalam cetakan dari daun pisang dan dikukus di atas tungku api selama tujuh hingga delapan menit.

Kue apem putih bohay memiliki tekstur lembut, kenyal, dan berwarna putih yang menjadi ciri khas dari bahan serta proses pembuatannya.

Potret pembuatan kue apem putih bohay
Potret pembuatan kue apem putih bohay tradisional khas Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu (14/3/2026).

Setelah matang, kue apem putih bohay diangkat, ditiriskan, lalu dilepas dari cetakannya.

Penyajian Apem Putih Bohay

Kue apem putih bohay biasanya disajikan bersama gula merah yang telah dicairkan hingga kental.

Selain gula merah cair, apem putih bohay juga dapat disajikan dengan sirup atau susu, tergantung selera penikmatnya.

Produksi Apem Putih Bohay

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved