Hari Santri Nasional 2025 : Ini Teks Ikrar Santri Indonesia, Janji Setia pada Ajaran Agama dan NKRI

Berikut ini isi teks ikrar Santri Indonesia berisi janji para santri untuk setia pada ajaran Islam dan teguh dalam membela NKRI

Tayang:
Editor: Ahmad Tajudin
Tribunnews/Muhammad Nursina
Sejumlah santri Pondok Pesantren Baitul Musthofa, Mojosongo, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, membaca ayat suci Alquran di bawah sinar lilin dan lampu petromaks, Senin (25/4/2022) malam. 

TRIBUNBANTEN.COM - Berikut ini isi teks ikrar Santri Indonesia berisi janji para santri untuk setia pada ajaran Islam dan teguh dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia akan segera menggelar peringatan Hari Santri Nasional 2025.

Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015.

Peringatan Hari Santri ditetapkan untuk mengenang kontribusi besar para santri dan ulama dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Wali Kota Serang Terbitkan Edaran Wajib Pakai Busana Muslim saat Hari Santri Nasional 2025

Hari Santri biasanya diperingati dengan berbagai acara, mulai dari upacara bendera, pawai santri, perlombaan hingga bakti sosial.

Salah satu bagian penting dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional adalah pembacaan Ikrar Santri Indonesia. 

Santri juga berkomitmen menjaga Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta siap berperan dalam pembangunan dan melawan segala ancaman terhadap bangsa.

 

Ikrar Santri Indonesia

Bismillahirrahmanirrahim,

Asyhadu allaa Ilaaha Illallah,
Wasyhadu anna Muhammadar Rasulullah,

 
Kami Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia berikrar:

  1. Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, berpegang teguh pada aqidah, ajaran, nilai, dan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
  2. Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, bertanah air satu tanah air Indonesia, berideologi negara satu ideologi Pancasila, berkonstitusi satu Undang Undang Dasar 1945, berkebudayaan satu kebudayaan Bhineka Tunggal Ika.
  3. Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, selalu bersedia dan siap siaga, menyerahkan jiwa dan raga, membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian dunia.
  4. Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional, mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, lahir dan batin, untuk seluruh rakyat Indonesia.
  5. Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, pantang menyerah, pantang putus asa serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang akan merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal ika, serta konstitusi dasar lainnya  yang bertentangan dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan dan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

Baca juga: Pendaftar Magang Membludak, Menko Airlangga Sebut Ada 150 Ribu yang Daftar untuk 26 Ribu Posisi

Sejarah Singkat Hari Santri Nasional dan Maknanya

Mengutip laman ppid.uinjkt.ac.id, penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri merujuk pada peristiwa dicetuskannya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 oleh pendiri Nahdlatul Ulama, K.H. Hasyim Asy'ari. 

Resolusi ini adalah seruan jihad untuk melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. 

Para ulama dan santri kemudian merespons seruan tersebut dengan semangat perjuangan membela kedaulatan bangsa. 

Pada 15 Oktober 2015, Presiden Joko Widodo secara resmi menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved