Mengenal Ruwahan Gede, Tradisi Doa dan Silaturahmi Menyambut Ramadan di Tangsel

Tradisi Ruwahan Gede kembali digelar warga Kampung Ceger, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, menjelang bulan suci Ramadan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid

Ringkasan Berita:
  • Ribuan warga Kampung Ceger, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, mengikuti tradisi Ruwahan Gede menjelang bulan suci Ramadan.
  • Tradisi Ruwahan bertujuan mendoakan para almarhum sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
  • Dalam pelaksanaannya, warga menggelar doa bersama, tahlilan, serta sedekah makanan sebagai simbol pembersihan diri dan penguatan ikatan sosial.
  • Setelah doa bersama, warga menyantap makanan secara bersama-sama sebagai simbol persatuan dan kekompakan.

 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Menjelang bulan suci Ramadan, suasana di Kampung Ceger, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, dipenuhi ribuan warga yang datang dengan penuh semangat.

Mereka berkumpul di Jalan Panti Asuhan Ceger Raya untuk mengikuti tradisi Ruwahan Gede, sebuah kegiatan rutin tahunan yang menjadi momen penting bagi warga untuk mendoakan para almarhum serta mempererat tali silaturahmi.

Tradisi Ruwahan adalah salah satu warisan budaya yang masih dijalankan oleh masyarakat Jawa hingga kini, terutama menjelang bulan Ramadan.

Baca juga: Tata Cara dan Bacaan Niat Mandi Puasa Ramadhan 2026

Baca juga: Apakah Sebelum Puasa Ramadhan 2026 Wajib Mandi Keramas? Ini Penjelasannya

Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada pertengahan bulan Sya’ban, tepatnya sebelum memasuki bulan puasa, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus persiapan batin menyambut datangnya Ramadhan. 

Dalam praktiknya, masyarakat mengadakan doa bersama, tahlilan, serta sedekah makanan sebagai simbol pembersihan diri dan penguatan ikatan sosial.

Berdasarkan pantauan TribunBanten.com, tampak ribuan warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, duduk berbaris rapi memadati badan jalan sepanjang sekitar satu kilometer.

Setiap warga terlihat membawa bekal makanan dari rumah masing-masing sambil menunggu doa bersama dimulai.

Aroma berbagai jenis makanan tercium nikmat dan menambah hangat suasana kebersamaan.

Tidak hanya sekadar berkumpul, warga juga membaca khatam Al-Qur’an, Yasin, dan tahlil untuk sekitar 3.300 arwah yang tercatat di kampung tersebut.

Usai doa dan pembacaan ayat suci, warga langsung menyantap hidangan secara bersama-sama.

Bagi warga, momen ini bukan hanya soal makan, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kekompakan antarwarga.

Pada momen tersebut, warga terlihat saling berbagi, bercengkerama, dan menikmati suasana penuh keakraban.

Ketua pelaksana kegiatan, Anton, mengatakan Ruwahan Gede yang digelar tahun ini merupakan pelaksanaan yang kelima.

“Ini kegiatan rutin setiap satu tahun sekali menjelang Ramadan, dan ini adalah yang kelima kalinya,” kata Anton usai kegiatan, Jumat (6/2/2026).

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved