Virus Corona
Update Corona, Studi: Gejala Baru Virus Corona, Mendadak Pasien Tak Bisa Mencium Bau
Di Korea Selatan, China, dan Italia, sekitar sepertiga pasien yang dites positif virus corona mengaku penciumannya terganggu atau hilang.
Dengan kata lain, untuk setiap kasus Covid-19 yang dikonfirmasi, ada enam kasus yang tidak terdeteksi, menurut The Washington Post.
Kasus-kasus yang tidak terdeteksi ini bertanggung jawab atas sebagian besar penyakit yang menyebar sebelum dikunci, kata para peneliti.
Temuan ini memiliki implikasi untuk penyebaran Covid-19 di seluruh dunia, karena banyak negara tertinggal dalam pengujian untuk penyakit ini.
Menurut Quartz, hasilnya menunjukkan bahwa jumlah kasus di seluruh dunia bisa lima hingga 10 kali lebih tinggi dari yang dilaporkan, yang berarti jumlah sebenarnya kasus bisa lebih tinggi dari 1,5 juta.
Dilansir New York Post, Selasa (17/3/2020), Shaman memperingatkan pentingnya social distance, menjaga jarak, dan membatasi ruang gerak di daerah yang dilanda wabah virus corona.
"Kita harus memisahkan diri sementara waktu. Virus ini tumbuh subur di lingkungan yang masyarakatnya berbaur dan bertemu satu sama lain," kata Shaman.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi: Mendadak Tak Bisa Mencium Bau, Gejala Baru untuk Virus Corona", https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/23/090955223/studi-mendadak-tak-bisa-mencium-bau-gejala-baru-untuk-virus-corona.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi: 86 Persen Pasien Corona Tidak Terdeteksi karena Minim Gejala", https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/18/110100923/studi--86-persen-pasien-corona-tidak-terdeteksi-karena-minim-gejala?page=2.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/cegah-virus-corona.jpg)