virus corona
Indonesia Kembangkan Vaksin Virus Corona, Anggarkan Rp20 Miliar
Kemenristek-BRIN telah membentuk sebuah konsorsium yang akan berupaya membuat vaksin untuk penangkal Covid-19 atau virus corona.
Bambang belum bisa menyebutkan angka pasti tambahan anggarannya, namun menurutnya, akan disesuaikan dengan kebutuhan terkait produksi itu.
"Untuk produksi (disinfektan dan sanitizer) itu akan ditambah dari Rp 20 miliar, besarannya tentu sesuai dengan kebutuhan," jelas Bambang.
Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Sosial/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/BAPPENAS) itu pun berharap apa yang dilakukan Kemenristek bersama tim Konsorsium Covid-19 ini bisa bermanfaat bagi pencegahan penyebaran corona di Tanah Air.
"Kami berharap alat kesehatan ini bisa membantu berbagai pihak dalam rangka mencegah penyebaran virus corona," kata Bambang.
Akademisi UGM Teliti Tumbuhan Asli Indonesia untuk Cegah Corona
Penyakit Covid-19 yang disebabkan virus corona terus menyebar di Indonesia. Bahkan, kini jumlah korban terus bertambah.
Karena belum ada terapi atau vaksin yang disetujui untuk semua tipe coronavirus, maka salah satu upaya pencegahan penyebaran virus ini ialah dengan menggalakkan program jaga jarak atau social distancing dan cuci tangan dengan sabun.
Cara yang ditempuh para ilmuwan saat ini adalah dengan mengelompokkan virus berdasarkan urutan materi genetiknya (DNA atau RNA) baik dengan eksperimen maupun dengan bantuan komputer.
Melansir laman resmi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), dua akademisi UGM yakni Dr. rer nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si dan apt. Puguh Indrasetiawan, M.Sc, PhD mencoba meneliti virus tersebut.
Dalam tulisannya itu disebutkan dengan bantuan komputer, maka diketahui bahwa SARS-CoV-2 (penyebab Covid-19) merupakan kerabat dekat dari SARS-CoV (penyebab SARS).
Oleh karena itu, para ilmuwan pun berasumsi bahwa mungkin saja siklus hidupnya mirip.
Belakangan diketahui bahwa SARS-CoV-2 menginfeksi manusia dengan cara mirip sekali dengan kerabatnya (SARS-CoV), yaitu berinteraksi dengan reseptor bernama ACE2.
ACE2 terdapat dalam jumlah banyak pada sel-sel alveolus tipe II di paru-paru, sel epitel di esofagus bagian atas, enterosit pada ileum (bagian terakhir usus halus) dan kolon (usus besar), sel epitel pada empedu, sel otot jantung, sel proximal tubule pada ginjal dan sel urotelial pada kandung kemih.
• Kenali Istilah-istilah Virus Corona, dari ODP, PDP, hingga WFH
Laporan lain mengelompokkan tingkat kerentanan organ tubuh manusia berdasarkan jumlah ACE2 yang terdapat di organ tersebut.
Paru-paru berada di urutan teratas kemungkinan risiko tertinggi terhadap SARS-CoV-2.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin.jpg)