Virus corona

Hasil Riset: Banten dan Provinsi Ini Paling Tidak Siap Hadapi Ledakan Puncak Corona

Jawa Barat dan Banten dinilai sebagai provinsi paling tidak siap menghadapi ledakan puncak virus corona yang diprediksi terjadi pada April-Mei 2020.

Tayang:
Editor: Abdul Qodir
(KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN)
Situasi di RSUD Banten sepi setelah ditetapkan sebagai RS khusus corona atau Covid-19 di Provinsi Banten, Rabu (25/3/2020). 

Sedangkan kondisi pelayanan kesehatan provinsi lain seperti Jawa barat, Banten dan Lampung akan tertekan oleh tingginya permintaan.

Dari 2 Orang Tembus 2.000 Orang

Kali pertama kasus virus corona muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada Desember 2019, hingga satu provinsi tersebut sempat dilakukan penyekatan atau lockdown. 

Virus mematikan itu menyebar secara masif ke sejumlah wilayah China lainnya dan merembet ke banyak negara lainnya.

Kini, virus corona telah menyebar di lebih 200 negara dan sudah lebih 1 juta orang terjangkit virus yang belum ditemukan vaksinnya itu.

Di Indonesia, kali pertama kasus virus corona diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Maret 2020.

Saat itu, Presiden Jokowi menyampaikan ada warga di Indonesia positif terjangkit virus corona.  Kedua orang ini sempat berinteraksi dengan warga negara Jepang yang lebih dahulu dinyatakan positif terjangkit corona.

"Seorang ibu yang umurnya 64 tahun dan putrinya yang berumur 31 tahun dicek oleh tim kita. Ternyata pada posisi yang sakit. Dicek, dan tadi pagi saya mendapatkan laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Senin (2/3/2020).

Presiden Jokowi dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2020) di Istana Bogor. Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa pemerintah memutuskan Status Kedaruratan Kesehatan untuk Indonesia serta menerbitkan PP Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Presiden Jokowi dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2020) di Istana Bogor. Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa pemerintah memutuskan Status Kedaruratan Kesehatan untuk Indonesia serta menerbitkan PP Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) (Kompas TV)

Dan pada Sabtu (4/4/2020), Juru bicara penanganan virus corona Achmad Yurianto mengungkapkan jumlah warga di Indonesia yang positif corona terus bertambah dan sudah tembus 2.000 orang atau tepatnya 2.092 orang.

"Kita masih prihatin masih terjadi penambahan kasus untuk konfirmasi positif 106 kasus, sehingga menjadi 2.092 kasus konfirmasi positif dengan tes menggunakan molekuler," ujar Yuri.

Selain itu, jumlah kematian akibat virus corona juga terus bertambah menjadi 191 orang.

Kabar baiknya, terdapat 150 orang pasien positif corona yang sembuh. "Kita bersyukur bahwa ada 16 saudara kita yang sudah sembuh dengan pemeriksaan negatif dan 2 kali berturut turut, sehingga bisa dipulangkan, total menjadi 150 orang," jelasnya.

"Mereka yang sudah sembuh ini kondisinya bagus dan tidak perlu dikhawatirkan lagi untuk menularkan penyakit. Bahkan kita yakini yang 150 orang ini telah sembuh dan memiliki imunitas atau kekebalan terhadap virus Covid-19," tandasnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved