Breaking News:

Virus Corona

Awal Agustus Obat Corona Buatan Indonesia Diedarkan, Bisa Dibeli di Warung, Nyata atau PHP?

Meski nantinya telah ditemukan obat corona, bukan berarti nantinya akan menghilangkan kemungkinan orang terkena virus corona.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan pemekatan ekstrak saat uji Lab obat herbal untuk penyembuhan COVID-19 dan penghambatan pertumbuhan virus corona di Lab Cara Pembuatan Obat Tradisional Baik (CPOTB) Pusat Penelitian Kimia LIPI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (8/5/2020). Para peneliti dari LIPI berhasil mengembangkan ramuan tanaman herbal daun ketepeng dan benalu bermarga dendroptoe sebagai obat penyembuhan Covid-19 dan penghambatan pertumbuhan virus corona, hingga saat ini penemuan tersebut masih dalam proses penelitian dan uji lab yang tidak lama lagi akan dilakukan uji coba penggunaan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Sejumlah negara tengah berlomba dengan waktu melakukan penelitian guna menemukan vaksin atas virus corona yang telah menjangkit 4.662.097 orang dan menewaskan 309.772 orang di seluruh dunia.

Namun, Indonesia memberi kabar kejutan akan adanya obat untuk penderita virus corona atau Coronavirus deasease 2019 atau Covid-19.

Kabar itu disampaikan oleh mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Rudiantara mengungkapkan, pemerintah Indonesia sedang membuat obat corona atau Covid-19.

Dia mengatakan, hasil penelitian terhadap obat corona ini nantinya paling lambat sudah keluar pada awal Agustus 2020.

"Mudah-mudahan nanti paling lama akhir Juli atau awal Agustus itu sudah keluar hasilnya," ujarnya saat teleconference di Jakarta, Sabtu (16/5/2020).

Indonesia Kembangkan Vaksin Virus Corona, Anggarkan Rp20 Miliar

Vaksin yang Paling Efektif Melawan Ancaman Besar

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara (Grid.id)

Saat ini, lanjut Rudiantara, pemerintah sedang proses uji klinik di rumah sakit di Indonesia atas kandidat obat Covid-19 dengan bukan kategori sintesis melalui resep dokter.

"Memang bukan yang sintetis, sintetis nanti kan harus pakai resep dokter. Mohon maaf kalau bisa misalkan seperti Panadol yang bisa dibeli di warung, di toko-toko, dan tidak perlu pakai resep," kata Rudiantara.

Kendati demikian, meski nantinya telah ditemukan obat corona, bukan berarti nantinya akan menghilangkan kemungkinan orang terkena virus corona.

Sebab, seseorang dapat imun terhadap virus mematikan itu jika sudah ada vaksin corona.

Halaman
12
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved