Breaking News:

Berunjuk Rasa di Depan Gedung DPRD Banten, Ini Tuntutan Buruh

fakta di lapangan menunjukkan sektor produksi yang seharusnya tidak boleh outsourcing, ternyata malah sebaliknya

Tribuners/Martin Ronaldo
Tujuh aliansi buruh dalam satu barisan, yaitu Kesatuan Serikat Buruh Indonesia, berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Banten, Selasa (21/7/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Tujuh aliansi buruh dalam satu barisan, yaitu Kesatuan Serikat Buruh Indonesia, berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Banten, Selasa (21/7/2020).

Mereka menuntut delapan tuntutan, di antaranya menolak pemutusan hubungan kerja (PHK), menolak pengurangan pesangon, dan menolak upah minimum.

Ketua advokasi aksi, Argo Priyosujatmiko, mengatakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnimbus Law merupakan produk yang mendegradasi aturan-aturan yang telah ada.

Dia menilai regulasi yang ada semakin mengancam nasib buruh.

"Yang sekarang outsourcing sudah di semua lini. Padahal tidak diperbolehkan," ucap Argo di sela aksi.

Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan sektor produksi yang seharusnya tidak boleh outsourcing, ternyata malah sebaliknya.

"Nah, ini malah dilegalisasi kembali oleh pemerintah. Sekarang sudah menjadi boleh dengan RUU Omnimbus Law ini," katanya.

Apalagi, di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini, Argo melihat bagaimana nasib buruh yang semakin terancam hidupan.

"Jantungnya itu ada di hubungan kerja itu tadi. Kalau ini jalan, semakin banyak perusahaan yang akan melakukan PHK,” ujarnya.

Menurut dia, di tengah-tengah pandemi Covid-19, banyak buruh yang kena PHK dan perusahaan membayarkan pesangon dengan seenaknya.

Argo meminta para anggota DPRD Provinsi Banten dapat memberikan jaminan kepada para buruh, khususnya yang ada di Banten.

Ketua DPRD Provinsi Banten, Andra Soni, mengatakan akan menampung setiap aspirasi yang disampaikan kaum buruh, untuk segera diteruskan kepada Presiden Jokowi.

"Kami akan menyurati Presiden dan DPR RI tuntutan yang diminta oleh para kawan-kawan buruh. Tetapi, ditindaklanjuti atau tidak, itu bagaimana yang ada di pusat," katanya. (tribuners/martin ronaldo pakpahan)

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved