Breaking News:

Potret Kemiskinan di Banten

Warga Tinggal di Gubuk di Tepi Laut, Dinsos: Kemiskinan Selalu Ada

Sri mengakui pihaknya tidak bisa mempercayai begitu saja atas adanya informasi lisan tentang kondisi yang dialami keluarga Asmawati.

Martin Ronaldo/Tribunners
Kondisi rumah keluarga Apipi dan istri, Asmawati di tepi laut, Kampung Sawah, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. 

TRIBUNBANTEN.COM - Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Serang, Sri Rahayu mengatakan masalah sosial warga seperti menempati rumah tidak layak huni ( RTLH) hingga kemiskinan adalah hal biasa.

Menurutnya, masalah seperti itu akan selalu tetap ada.

"Tidak ada kendala sama sekali, masalah sosial (kemiskinan) itu akan selalu ada, jadi selama kita hidup di dunia itu akan tetap ada kemiskinan," ucap Sri Rahayu saat ditemui di Kantor Dinsos Kabupaten Serang, Curug, Kota Serang, Banten, Selasa (28/7/2020).

Hal itu disampaikannya saat ditanyakan perihal peran dan langkah Pemkab Serang atas adanya keluarga miskin, Asmawati yang tinggal bersama suami dan empat anak di sebuah gubuk dekat bibir pantai, Kampung Sawah, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.

Sri mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekkan data ke lapangan untuk mengetahui benar atau tidaknya keluarga Asmawati belum mendapatkan bantuan dari Pemkab Serang.

"Dan kami harus koordinasi juga dengan pihak desa, sudah diberikan bantuan apa saja selama ini?" ujarnya.

Satu Keluarga Tinggal di Gubuk di Tepi Laut, Tiap Malam Ditemani Air Pasang

Kondisi rumah keluarga Apipi dan istri, Asmawati di tepi laut, Kampung Sawah, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.
Kondisi rumah keluarga Apipi dan istri, Asmawati di tepi laut, Kampung Sawah, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. (Martin Ronaldo/Tribunners)

Sri mengakui pihaknya tidak bisa mempercayai begitu saja atas adanya informasi lisan tentang kondisi yang dialami keluarga Asmawati.

Untuk itu, perlu dilakukan pengecekkan.

"Kami tidak bisa menerima laporan secara lisan, jadi harus benar-benar real dari yang bersangkutan," kata dia.

Namun menurutnya pengecekkan itu tidak bisa dilakukan secara cepat.

Halaman
12
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved