Breaking News:

Anggaran Sudah Habis, Pemkot Serang tak Mampu Pengadaan Tong Sampah

Walikota Serang Syafrudin mengatakan dengan kondisi tersebut, maka Pemkot Serang tidak bisa lagi melakukan pengadaan barang dan jasa pada APBD-P 2020.

Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan
Fasilitas umum berupa tempat sampah di sekitar Alun-alun Kota Serang, Banten, terpantau rusak hingga hilang pada Jumat (17/7/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Serang Tahun 2020 dipastikan tidak ada penambahan. Sebab, tidak ada pemasukan tambahan, bahkan anggaran yang ada sudah defisit sehingga dilakukan pengurangan.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan dengan kondisi tersebut, maka Pemkot Serang tidak bisa lagi melakukan pengadaan barang dan jasa pada APBD-P 2020.

"Sudah tidak ada anggaran. Jadi, tidak bisa menambah program lagi untuk tahun ini. Kalau pun ada program yang ingin dilakukan, akan dianggarkan pada 2021 mendatang yang saat ini APBD murninya sedang dibahas," ujar Syafrudin kepada awak media.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya tuntutan dari kelompok mahasiswa agar Pemkot Serang segera melakukan perbaikan maupun pengadaan ratusan tong sampah yangh rusak dan hilang di sepanjang jalan protokol Kota Serang.

"Tidak bisa melakukan pengadaan tong sampah, karena anggarannya sudah habis. Kalau diminta harus ada tong sampahnya dalam kurun waktu satu minggu atau akhir tahun, tidak bisa, anggaran perubahan pun sudah tidak ada," jelasnya.

Wali Kota Serang Syafrudin
Wali Kota Serang Syafrudin (Martin Ronaldo/Tribunners)

Puluhan Tempat Sampah di Pusat Kota Serang Rusak Hingga Hilang, Warga Kebingungan

Banyak Tong Sampah di Pusat Kota Serang Hilang, Dinas Lingkungan Hidup Salahkan Oknum Warga

Sementara itu, Kepala BPKAD Kota Serang Wachyu B. Kristiawan, membenarkan Pemkot Serang tidak bisa menambah program pada APBD Perubahan 2020. Bahkan menurutnya, Pemkot Serang harus melakukan pengurangan pengeluaran pada APBD-P 2020.

"Penambahan enggak ada. Yang namanya APBD Perubahan itu kadang bisa ditambah, kadang bisa dikurang, kadang hanya menggeser anggaran saja," ujarnya.

Menurutnya, tidak ada keharusan penambahan anggaran dalam APBD Perubahan. Sebab, dalam penyusunannya harus memperhatikan asumsi anggaran pendapatan dari pemerintahan.

"Nah, kalau APBD Perubahan tahun sekarang itu kita semua kan sudah mengetahui bersama bahwa adanya pandemi Covid-19 ini membuat pendapatan berkurang. Transfer dari pemerintah pusat berkurang, PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita juga menurun, maka belanjanya harus disesuaikan," tuturnya.

Menurutnya, dengan kondisi defisit anggaran, maka yang dapat dilakukan pemerintah daerah hanya pada APBD Perubahan 2020 adalah realokasi atau bahkan pengurangan anggaran.

Untuk diketahui, sejumlah sumber pendapatan Kota Serang diarahkan untuk penanganan pandemi Covid-19. Di antaranya transfer dana untuk pengerjaan beberapa pembangunan fisik dari pemerintah pusat dihentikan karena harus digunakan untuk penanganan Covid-19.

Begitu pula dengan bantuan keuangan dari Pemprov Banten.

Pemkot Serang yang mendapatkan kucuran bantuan keuangan sebesar Rp45 miliar dari Pemprov Banten harus dialihkan untuk penanganan Covid-19.

(Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan)

Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved