Breaking News:

Virus Corona di Banten

Muncul Klaster Pendidikan di Tangsel, Kepala Dinas Pendidikan Minta Guru Patuhi Protokol Kesehatan

Kebijakan guru mengajar dari sekolah selama masa pandemi covid-19 di Tangerang Selatan tetap dilakukan meskipun terdapat belasan guru terpapar virus

Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan
Penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah SMPN 11 Kota Serang, Banten, pada Selasa (18/8/2020). 

TRIBUNBANTEN, TANGSEL - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Taryono, mengatakan kebijakan guru mengajar dari sekolah selama masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) tetap dijalankan.

Meskipun, kata dia, terdapat belasan guru di salah satu sekolah swasta di Tangsel reaktif Covid-19 setelah menjalani rapid test.

Taryono meminta agar para tenaga pengajar itu melakukan kegiatan belajar-mengajar dilakukan dengan cara menerapkan protokol kesehatan.

"Penekanan kepada semua guru agar mematuhi protokol Covid-19, baik di rumah, di perjalanan atau di sekolah. Kalau ada kelurahan yang positif, enggak usah ke sekolah, kalau dalam kondisi sakit tidak usah ke sekolah," kata Taryono, kepada TribunJakarta.com melalui sambungan telepon, Senin (24/8/2020).

PSBB Dilanjutkan di Tangerang Raya, Warga Wajib Patuhi Protokol Covid-19, Sanksi Sosial Disiapkan

Wow! 6 Penumpang Pesawat Terpapar Covid-19, Bagaimana Nasib Penerbangan Jakarta-Pontianak?

Taryono menjelaskan, kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan di wilayahnya masih mengharuskan guru masuk sekolah.

"Itu yang saya sampaikan, hati-hati, ketika dalam keadaan sakit, jangan ke sekolah," ujarnya.

Dia mengharapkan agar kegiatan belajar-mengajar dapat dilakukan secara maksimal.

Sejumlah guru di Kota Serang menjalani rapid test sebagai syarat kembalinya kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah pada 18 Agustus 2020.
Sejumlah guru di Kota Serang menjalani rapid test sebagai syarat kembalinya kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah pada 18 Agustus 2020. (Istimewa)

"Di sekolah, pembelajaran masih jarak jauh. Anak belajar di rumah, guru mengajar di sekolah. Kenapa di sekolah? Agar guru-guru bisa mendapat sarana prasarana termasuk alat peraga pembelajaran, dengan tetap memenuhi protokol kesehatan," tambahnya.

Paksakan Kegiatan Belajar di Sekolah, Belasan Guru dan Dosen Reaktif Covid-19

Gelar Latihan Perdana Pekan Depan, Pemain Persita Tangerang Bakal Jalani Tes Covid-19

Untuk diketahui, klaster Covid-19 di dunia pendidikan muncul di Tangerang Selatan (Tangsel). Bukan siswa, melainkan virus ganas itu menyerang guru.

Saat ini, para guru itu tengah dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel untuk menunggu hasil tes swab.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Muncul Klaster Pendidikan Belasan Guru Terjangkit, Dinas Pendidikan Tidak Ubah Kebijakan

Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved