Pilkada Tangerang Selatan
Geram, Sara Ingin Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Penjara
Sara,-panggilan akrab Saraswati, itu pun geram. Apalagi kasus pelecehan seksual di wilayah Tangsel bukan kali pertama terjadi.
Misalnya, menghubungi S melalui video call dan mempertontonkan alat kelaminnya.
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo selepas lulus dari University of Virginia dengan Early Decision, Rahayu Saraswati, mengawali karier di dunia akting, presenter dan pernah menjadi produser film.
Pada 2012, Sara mendirikan Parinama Astha (ParTha) yang bergerak di bidang perlawanan terhadap praktik perdagangan orang di Indonesia khususnya pada perempuan, ibu dan anak-anak.
Ia pun sangat vokal mendorong pelaku dihukum seberat-beratnya saat terjadi peristiwa pemerkosaan yang viral di Bintaro pada Agustus 2019.
Tak butuh lama, pada 2013, Sara bergabung dengan partai besutan pamannya Prabowo Subianto, yakni Partai Gerindra.
Pada 2014, Gerindra memajukannya sebagai calon anggota DPR RI periode 2014-2019 dari daereh pemilihan Jawa Tengah IV.
Ia berhasil meraih 47.542 suara dan lolos ke Senayan.
Di parlemen, Sara duduk di Komisi VIII dengan salah satu konsentrasi tugas di bidang perlindungan peempuan dan anak.
Ia pun kerap menyuarakan perlindungan lebih menyeluruh terhadap perempuan dan anak dari tindak kekerasan dan pelecehan seksual.
Pada Pileg 2019, Sara gagal kembali lolos ke Senayan.
Karier politiknya tak surut.
Para pengurus Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto mengangkatnya sebagai Ketua Bidang Advokasi Perempuan.
Dan pada beberapa pekan lalu, akhirnya Gerindra mempercayakannya maju sebagai calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan mendampingi Muhamad yang diusung PDIP.
Muhamad sendiri saat ini adalah Sekda Kota Tangerang Selatan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Geram Atas Kasus Pelecehan Seksual di Serua, Saraswati Djojohadikusumo Minta Tidak Ada Pembiaran,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksual.jpg)