Pilkada Tangerang Selatan
Geram, Sara Ingin Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Penjara
Sara,-panggilan akrab Saraswati, itu pun geram. Apalagi kasus pelecehan seksual di wilayah Tangsel bukan kali pertama terjadi.
TRIBUNBANTEN.COM, CIPUTAT - Meski masih berusia 34 tahun, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sudah delapan tahun concern terhadap masalah perlindungan perempuan dan anak.
Kini, ketika mendapat kepercayaan dari Gerindra sebagai calon Wakil Wakil Kota Tangerang Selatan, Saraswati mendengar kabar adanya pelecehan seksual terhadap seorang perempuan oleh pemilik kontrakan di Parung Benying RT 04/03, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Tangsel.
Sara,-panggilan akrab Saraswati, itu pun geram. Apalagi kasus pelecehan seksual di wilayah Tangsel bukan kali pertama terjadi.
Sara menegaskan kasus seperti itu tidak boleh terjadi lagi.
Oleh karena itu, pelakunya harus diproses hukum ke kepolisian untuk memberikan efek jera sekaligus peringatan untuk orang yang berniat melakukan tindakan serupa.
"Tidak boleh ada pembiaran terhadap pelaku pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan. Harus diproses secara hukum,” kata Saraswati dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2020).
Atas maraknya kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap perempuan maupun anak, Sara menyatakan pihaknya telah menyiapkan program perlindungan lebih kuat terhadap korban dan bantuan pemulihan dari trauma yang dialami para penyintas.
"Beri perlindungan dan bantuan pemulihan kepada korban. Dan mari wujudkan bersama Tangsel sebagai kota yang ramah anak dan ramah terhadap perempuan,” kata ibu dari dua putra ini.
• Gerindra Rapat Perdana Pemenangan Muhamad-Rahayu, Strategi Sun Tzu Siap Dimainkan
• Ternyata Mega-Prabowo Sudah Buat Kesepakatan Usung Muhamad-Rahayu di Pilkada Tangsel
Diberitakan, kasus peremasan payudara menimpa penghuni kontrakan, S (38), di Kelurahan Serua, Tangsel pada Jumat sore, 21 Agustus 2020.
Pelakunya adalah pemilik kontrakan berinsial MR.
Awalnya pelaku datang untuk berkumpul bersama beberapa ibu-ibu yang sedang merujak.
Korban S mengucapkan kalimat candaan dan tanpa pikir panjang MR langsung meremas dan memelintir payudara S hingga memar.
Karena merasa mendapat pelecehan seksual, S akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Tangsel dengan nomor laporan TBL/922/K/VIII/2020/SPKT/Res Tangsel tertanggal Sabtu (22/8/2020).
Dari laporan tersebut, terduga pelaku MR disangkakan Pasal 289 KUHP tentang kejahatan terhadap kesopanan dan Pasal 351 tentang penganiayaan.
Dari pengakuan S, bahwa MR kerap melakukan pelecehan seksual secara verbal atau nonverbal terhadap dirinya.
Misalnya, menghubungi S melalui video call dan mempertontonkan alat kelaminnya.
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo selepas lulus dari University of Virginia dengan Early Decision, Rahayu Saraswati, mengawali karier di dunia akting, presenter dan pernah menjadi produser film.
Pada 2012, Sara mendirikan Parinama Astha (ParTha) yang bergerak di bidang perlawanan terhadap praktik perdagangan orang di Indonesia khususnya pada perempuan, ibu dan anak-anak.
Ia pun sangat vokal mendorong pelaku dihukum seberat-beratnya saat terjadi peristiwa pemerkosaan yang viral di Bintaro pada Agustus 2019.
Tak butuh lama, pada 2013, Sara bergabung dengan partai besutan pamannya Prabowo Subianto, yakni Partai Gerindra.
Pada 2014, Gerindra memajukannya sebagai calon anggota DPR RI periode 2014-2019 dari daereh pemilihan Jawa Tengah IV.
Ia berhasil meraih 47.542 suara dan lolos ke Senayan.
Di parlemen, Sara duduk di Komisi VIII dengan salah satu konsentrasi tugas di bidang perlindungan peempuan dan anak.
Ia pun kerap menyuarakan perlindungan lebih menyeluruh terhadap perempuan dan anak dari tindak kekerasan dan pelecehan seksual.
Pada Pileg 2019, Sara gagal kembali lolos ke Senayan.
Karier politiknya tak surut.
Para pengurus Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto mengangkatnya sebagai Ketua Bidang Advokasi Perempuan.
Dan pada beberapa pekan lalu, akhirnya Gerindra mempercayakannya maju sebagai calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan mendampingi Muhamad yang diusung PDIP.
Muhamad sendiri saat ini adalah Sekda Kota Tangerang Selatan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Geram Atas Kasus Pelecehan Seksual di Serua, Saraswati Djojohadikusumo Minta Tidak Ada Pembiaran,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksual.jpg)