Breaking News:

Virus Corona di Banten

Wali Kota Serang Bingung

Syafrudin mengaku pemberitaan media massa yang mengritisi kebijakan pembelajaran di sekolah membuat bingung Pemkot Serang dalam mengambil keputusan.

istimewa
Wali Kota Serang Syafrudin dalam rapat pariurna DPRD Kota Serang 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Wali Kota Serang Syafrudin kecewa atas pemberitaan pembelajaran di sekolah dan subsidi kuota di wilayahnya yang diberitakan media massa.

Hal ini disampaikan Syafrudin usai rapat bersama dengan jajaran Kementerian Dalam Negeri beserta Kemendikbud di kanor Diskominfo Kota Serang, Rabu (2/9/2020).

Dalam rapat itu, Pemkot Serang menyatakan soal rencana dibukanya kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah pada masa pandemi Covid-19, setelah sempat dihentikan hampir dua pekan.

Syafrudin mengaku pemberitaan media massa yang mengritisi kebijakan pembelajaran di sekolah membuat bingung Pemkot Serang dalam mengambil keputusan.

"Jadi, saya berharap wartawan itu tidak membesar-besarkan, jadi bingung semua kebijakan kota itu. Jadi dilema," kata Syafrudin.

Curhat Soal Kegiatan Belajar Mengajar, Gubernur Banten Wahidin Halim: Jangan Korbankan Siswa Didik

Sekolah di Kota Serang akan Kembali Dibuka Meski Zona Kuning

Tak Pakai Masker, Pengendara Sepeda Motor di Kota Serang Disuruh Pilih Nyanyi, Nyapu atau Push Up

Seorang pria diminta untuk push up pada saat penertiban masker di Kota Serang, Rabu (2/9/2020)
Seorang pria diminta untuk push up pada saat penertiban masker di Kota Serang, Rabu (2/9/2020) (TRIBUNNERS/(Martin Ronaldo Pakpahan))

Syafrudin mengklaim masyarakat, khususnya orang tua atau wali murid menginginkan anaknya kembali menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Namun, setelah pemerintah daerah yang dipimpinnya mengeluarkan kebijakan pembukaan sekolah justru mendapat kritik dalam pemberitaan media massa.

"Sementara masyarakat itu inginnya sekolah tatap muka, tetapi kami diserang oleh saudara-saudara (media massa,-red). Jadi, kami tidak bisa mengambil kebijakan yang tepat dan akhirnya ragu-ragu," ungkapnya.

Lantas, Syafrudin meminta awak media massa agar daapt bekerja sama dalam pemberitaan masalah ini sehingga diharapkan tidak membingungkan Pemkot dalam mengambil keputusan.

"Kami membuat kebijakan sekolah secara tatap muka langsung, tetapi kami diserang oleh insan pers. Sementara pernyataan masyarakat yang diberikan blanko oleh kepala dinas, itu 95 persen menandatangani fakta integritas," kata dia.

Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved