Pilkada Tangerang Selatan
200 Personel Polri dan TNI Dikerahkan ke Kantor KPU Kota Tangsel, Tim Vipers Meluncur
"Kami kerahkan 200 personil TNI-Polri di sini, 100 dari Polri dan 100 dari TNI," kata Yudi di kantor KPU Kota Tangerang Selatan.
Laporan wartawan TribunBanten.com, Zuhirna Wulan Dilla
TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - Pengamanan ketat dari pihak Polri dan TNI tampak dalam pelaksanaan pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan di kantor KPU Kota Tangerang Selatan, Jalan Raya Serpong Nomor 1, Tangsel, Jumat (4/9/2020).
Selain mengantisipasi gangguan keamanan yang bersifat konkret, aparat keamanan juga bertugas membantu mencegah penularan Covid-19 yang saat ini tengah terjadi.
Kabag Operasional Polres Tangsel AKP Yudi Permadi mengatakan ada 200 personel Polri dan TNI yang dikerahkan untuk pengaaman pendaftaran calon kepala daerah di kantor KPU Kota Tangerang Selatan.
Mereka akan bertugas selama tiga hari masa pendafataran pasangan calon di kantor KPU Kota Tangerang Selatan.
"Kami kerahkan 200 personil TNI-Polri di sini, 100 dari Polri dan 100 dari TNI," kata Yudi di kantor KPU Kota Tangerang Selatan.
Ratusan personel dari kepolisian di antaranya berasal dari satuan Lantas, sabhara dan brimob.
Selain itu, turut dikerahkan tim penindak kejahatan jalanan, Tim Vipers dari Polres Tangerang Selatan.
Yudi menyatakan pihaknya akan melakukan pengamanan, khususnya penerapan protokol kesehatan, secara persuasif.
Pihaknya juga telah menyiapkan masker gratis bagi tamu atau pendukung yang datang tanpa mengenakan masker.
• Pilkada Tangsel Gambaran Peta Politik Nasional, Dinasti Politik Hingga Pertemuan Cinta Lama
• Giring Ganesha Nidji Tampil Santai Bersepeda dan Rambut Kuncir di Penampilan Perdana Plt Ketum PSI
Danramil 03/Serpong Mayor Arh Wahyu Hidayat menyatakan sejumlah langkah penerapan protokol kesehatan akan dilakukan dalam rangkaian Pilkada Kota Tangerang Selaatan guna menghidari munculnya klaster baru Covid-19 dari kegiatan politik ini.
Di antaranhnya dari kegiatan konvoi atau arak-arakan massa pendukung paslon.
"Jadi kita menekankan kepada Paslon pendukung untuk mematuhi protokol kesehatan," ujar Wahyu.