Kapolda Banten Duga Aksi Mahasiswa Disusupi, Ini Sejumlah Faktanya
Kapolda Banten, Inspektur Jenderal Fiandar menduga aksi elemen mahasiswa yang melakukan penyampaian pendapat telah disusupi kelompok lain.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Kapolda Banten, Inspektur Jenderal Fiandar menduga aksi elemen mahasiswa yang melakukan penyampaian pendapat telah disusupi kelompok lain.
Pernyataan itu disampaikan melihat adanya bentrok antara aparat kepolisian dengan mahasiswa, pada Selasa (6/10/2020) malam.
Mahasiswa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja.
"Dalam aksi gabungan mahasiswa diduga disusupi oleh kelompok yang non mahasiswa," ujarnya ditemui di di Lampu Merah Ciceri, Banten, Selasa (6/10/2020).
• Coretan Pengunjuk Rasa Hiasi Jalan Kampus UIN Banten,
• Kapolres Serang Kabupaten: Tidak Ada Aksi Unjuk Rasa Buruh Rabu Ini
Bukan tanpa alasan, dia mengungkapkan, hal tersebut.
Setidaknya ada sejumlah fakta yang menggambarkan aksi itu telah disusupi kelompok lain.
Fakta tersebut, yaitu:
1. Terdapat Bendera Merah Hitam Saat Masa Aksi
Berdasarkan pantauan Tribunbanten.com, pada saat aksi yang dilakukan di depan pintu Universitas Islam Negeri Hasanudin Banten terdapat sebuah bendera yang berwarna hitam merah.
Bendera tersebut sama seperti pada saat aksi unjuk rasa di Jakarta pada tahun lalu.
2. Chant Anti Kapitalis
Pada saat para mahasiswa sedang melakukan aksi demonstrasi, terdengar dari sisi bagian kanan jalan, beberapa orang yang menggunakan serba berwarna hitam lengkap dengan penutup muka, mulai menyerukan teriakan anti kapitalis.
Mereka mengulangi secara terus menerus dan diikuti oleh aksi masa yang berada dibagian kiri.
3. Pakaian Serba Hitam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/peserta-aksi-unjuk-rasa-di-banten.jpg)