Bupati Lebak Sebut Daerahnya Bukan Lagi Kabupaten Tertinggal

Bupati Kabupaten Lebak Iti Octavia Jayabaya mengklaim daerah yang dipimpinnya bukan lagi sebagai kabupaten tertinggal.

Penulis: Rizki Asdiarman | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/RIZKIASDIARMAN
Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, merasa sedih setelah mengetahui data jumlah orang terinfeksi coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Lebak bertambah. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Rizki Asdiarman

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Bupati Kabupaten Lebak Iti Octavia Jayabaya mengklaim daerah yang dipimpinnya bukan lagi sebagai kabupaten tertinggal.

Kabupaten Lebak merupakan kabupaten terluas di provinsi Banten seluas 304.472 hektar.

Kabupaten Lebak sudah ditetapkan secara nasional dan Provinsi Banten Kabupaten Lebak adalah daerah konservasi.

Di mana lahan secara luas dikuasai oleh Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan PT Perkebunan Nusantara VIII serta perkebunan swasta.

Menurut dia, warga Lebak hanya mempunyai seperempat hektar luas lahan tanah. Hal ini yang menyebabkan tingkat kemiskinan Kabupaten Lebak presentase cukup tinggi.

"Alhamdulillah di 2019 akhirnya Kabupaten Lebak keluar dari kategori Daerah Tertinggal," kata dia, di acara Banten Millenial Leadership Forum yang digelar secara virtual oleh Bank Indonesia, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Pemprov Banten: 15 SMA/SMK di Lebak Masih Menumpang Gedung Sekolah

Baca juga: Pemkab Lebak Siapkan Tempat Isolasi Bagi OTG, Dapat Tampung 40 Pasien Covid-19

Berdasarkan indeks dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDT) Republik Indonesia, Kabupaten Lebak menjadi salah satu dari 62 kabupaten daerah tertinggal yang terentaskan tahun 2015-2019.

Namun untuk tahun 2020, kata dia belum bisa melihat, tapi ada penurunan tingkat kemiskinan sebesar 5,09 persen.

"Jadi cukup tinggi dari 2018 dan 2019 hampir 18 persen tingkat penurunan ataupun presentase kemiskinan yang bisa diturunkan dari semua program yang dilakukan di Kabupaten Lebak," ujarnya.

Adapun, berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dia menilai, Kabupaten Lebak masih rendah dibandingkan dengan daerah yang ada di Provinsi Banten.

"Tetapi, Alhamdulilah setiap tahun Lebak mengalami tren kenaikan, untuk keluar dari zona kemiskinan," katanya.

Melalui program pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur serta pembangunan sosial budaya mampu menaikkan IPM Kabupaten Lebak untuk keluar dari zona tersebut.

"Artinya bahwa program dan kebijakan yang dilakukan dengan cara kolaboratif mampu menurunkan atau meningkatkan IPM yang ada di kabupaten Lebak," ucapnya.

Di samping itu, ia meyebutkan, di tahun 2019 -2024 kabupaten Lebak akan menjadi kabupaten destinasi wisata nasional berbasis potensi lokal.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved