Pilkada Kota Cilegon
Cawalkot Cilegon Ali Mujahidin Nyoblos di TPS Ditemani Mantan Pacar
Ali tak datang sendiri. Turut seorang wanita di sampingnya saat perjalanan menuju TPS. Wanita itu juga mengenakan gamis dengan warna senada pakaian Al
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Calon Wali Kota Cilegon dari independen, Ali Mujahidin, memberikan hak suara Pilkada Kota Cilegon di TPS 010, Ciwedus, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Banten, Rabu (9/12/2020).
Ali Mujahidin datang ke TPS pada sekitar pukul 11.00 WIB dengan berjalan kaki dari rumahnya.
Ia tampak mengenakan peci putih dengan seragam putih .
Ali tak datang sendiri. Turut seorang wanita di sampingnya saat perjalanan menuju TPS. Wanita itu juga mengenakan gamis dengan warna senada pakaian Ali.
Dia adalah istri Ali Mujahidin, Inayah, yang disebutnya sebagai mantan pacar.
Selain itu, dua anak mereka turut menyertai keberangkatannya ke TPS.
Setelah menunggu beberapa waktu, Ali dipersilakan petugas KPPS untuk melakukan pencoblosan di bilik suara.
"Sudah mencoblos, tadi didampingi sama mantan pacar (istri) dan kedua anak saya yang baru sudah bisa memilih tahun ini," jelasnya sambil tersenyum, Rabu (9/12/2020).
Ali mengatakan, saat ini dirinya sudah merasa lega dan tidak susah lagi, setelah perjalanan yang cukup panjang dalam beberapa bulan terakhir.
Ia pun berujar modalnya dalam menjalani sejumlah rangkaia panjang pilkada ini, yakni berdoa, ikhtiar dan tawakal.
Ia berdoa agar diberikan kelancaran setiap langkah hidupnya. Berikhtiar dalam arti berusaha usaha dan kerja keras untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dan tawakal dimaksud yakni menyerahkan sepenuh hati segala perkara kepada Allah dengan berpegang teguh kepada-Nya.
Baca juga: Cium Tangan Ibunda, Ratu Ati Mohon Doa Restu Pimpin Kota Cilegon
Baca juga: Daftar Harta Kekayaan Calon Wali Kota Cilegon di Pilkada Serentak 2020, yang Terkaya Haji Mumu

Menurut Ali, ada kelebihan dan kekurangan dengan dilaksanakannya pilkada saat pandemi Covid-19.
Kelebihannya adalah berkurangnya potensi konflik di lapangan dan kekurangannya yakni calon sulit menyampaikan gagasannya ke masyarakat.
Namun, ia bersyukur masih ada media lain untuk mengkampanyekan program maupun gagasan calon kepala daerah, yakni melalui debat calon yang disiarkan stasiun televisi.