Breaking News:

Wisata ke Bali Harus Tes Swab, Wisatawan Nilai Memberatkan, Harga Senilai Tiket Pulang-Pergi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberlakukan syarat baru untuk liburan ke Bali dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru 2021.

Editor: Glery Lazuardi
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ilustrasi Wisata di Bali 

TRIBUNBANTEN.COM, BALI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberlakukan syarat baru untuk liburan ke Bali dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru 2021.

Syarat baru ini berlaku mulai 18 Desember 2020 – 4 Januari 2021. Disebutkan dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 2021, bahwa masyarakat yang ingin masuk ke Bali wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Syarat tersebut berlaku untuk wisatawan yang masuk ke Bali dengan transportasi udara.

Sementara yang memakai kendaraan pribadi melalui laut atau darat, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji rapid tes antigen paling lama 2x24 jam sebelum keberangkatan.
Kebijakan baru ini menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat yang berencana memasuki Bali untuk periode Natal dan Tahun Baru 2021.

Baca juga: Tanjung Lesung Destinasi Wisata Favorit di Banten, Pilihan Wisatawan di Era New Normal

Baca juga: Lebak Segera Miliki Geopark Bayah Dome dengan Six Fantastic Wisata, Proyek Digeber Mulai 2021

Berikut ini Kompas.com rangkum beberapa reaksi masyarakat terkait kebijakan baru ini.

Terlalu banyak kerugian

Amanda Christabel (23) awalnya berencana untuk pulang ke Jembrana, Bali bagian Barat untuk merayakan Natal bersama keluarga.

Namun berbagai pertimbangan masih dipikirkan oleh Amanda, termasuk setelah keluarnya kebijakan terbaru tersebut.

Ia merasa terlalu banyak kerugian yang akan didapatkan jika benar-benar jadi pulang ke Bali saat Natal nanti.

Salah satunya dari segi biaya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved