Breaking News:

Kapal Nelayan Terbakar di Pesisir Pantai Pandeglang, ABK Berlompatan Nyebur ke Laut

Satu unit kapal nelayan berjenis Kincang milik nelayan di pesisir pantai Desa Cikiruh Wetan hangus terbakar, pada Kamis (17/12/2020).

Penulis: Rizki Asdiarman | Editor: Glery Lazuardi
Doc Satuan Polisi Air, Polres Pandeglang
Kapal nelayan berjenis Kincang milik nelayan di pesisir pantai Desa Cikiruh Wetan, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang hangus terbakar pada Kamis (17/12/2020). 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Rizki Asdiarman

TRIBUMBANTEN.COM, PANDEGLANG - Satu unit kapal nelayan berjenis Kincang milik nelayan di pesisir pantai Desa Cikiruh Wetan, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, hangus terbakar pada Kamis (17/12/2020).

Baca juga: Bus Terbakar di Tol Tangerang-Merak, Diduga Korsleting Listrik

Kasat Polair Polres Pandeglang, AKP Dwi Hary Bagio menduga kebakaran itu disebabkan karena sambaran api dari sebuah kompor.

"Jadi pas nelayan lagi mengisi bahan bakar ke tanki mesin, di atas perahu terdapat sebuah kompor yang menyala, sehingga api dengan cepatnya langsung menyambar kapal tersebut," kata dia, dalam keterangannya, Jumat (18/12/2020).

Dia menjelaskan, insiden itu terjadi di perbatasan Kabupaten Lebak dengan Kabupaten Pandeglang, tepat di pesisir pantai Desa Cikiruh Wetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.

Menurut dia, kapal kincang Al-Nizar Putra itu diketahui milik Asep Beni yang mengalami kerugian sekitar Rp 35 juta.

"Kapal tersebut bermuatan sekitar empat orang," kata dia.

Baca juga: Kronologi Lengkap Satu Keluarga Tewas Terbakar di Legok, Jasad Masih Utuh

Berdasarkan keterangan saksi mata, menurut dia, insiden kebakaran itu diakibatkan oleh api kompor yang menyambar bensin saat salah satu nelayan bernama Wahdi (19) menuangkan bensin tersebut ke dalam tanki mesin kapal.

"Wahdi dikabarkan hendak berangkat melaut dan menyempatkan untuk masak air di kompor di atas perahu," ujarnya.

Lalu, kata dia, Wahdi mengisi bensin ke tanki yang berada di bawah.

"Tiba-tiba api dari kompor itu menyambar bensin, dan Wahdi langsung loncat keluar dari perahu," ucapnya.

Melihat api membesar nelayan lain mencoba membantu memadamkan api dengan menyiram.

Namun sebagian kapal terbakar, mesin tempel dan yang lainnya ikut terbakar.

"Untungnya dari insiden tersebut tidak ada korban jiwa, dan tidak ada rembetan api ke kapal nelayan yang lainnya," tambahnya.

Baca juga: Mendadak Pabrik Busa di Tangerang Terbakar, Sempat Mati Lampu, Beruntung Pekerja Selamatkan Diri

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved