Breaking News:

Kabupaten Tangerang

Tanpa Kerusuhan, Pelepasan Sejumlah Atribut FPI di Kabupaten Tangerang Berjalan Aman

Polresta Tangerang bersama Kodim 05/10 Tigaraksa dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, melepas segala bentuk atribut dari ormas Front Pembela Islam.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Pencopotan baliho, spanduk, selebaran yang mengandung atribut atau logo FPI dilakukan Polresta Tangerang bersama Kodim 05/10 Tigaraksa dan Pemerintah Kabupaten Tangerang pada Rabu (30/12/2020) malam. 

TRIBUNBANTEN.COM -  Polresta Tangerang bersama Kodim 05/10 Tigaraksa dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, melepas segala bentuk atribut dari ormas Front Pembela Islam (FPI) di Kabupaten Tangerang, Rabu (30/12/2020) malam.

Dilansir dari TribunJakarta.com, pelepasan atribut itu terdiri dari baliho, spanduk, selebaran yang mengandung logo FPI.

"Dalam patroli skala besar yang kami laksanakan, kami menemukan ada spanduk FPI di beberapa titik dan langsung kami turunkan," ujar  Kapolres Kota Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi, dikutip dari TribunJakarta.com.

Baca juga: FPI Dilarang Pemerintah, Habib Rizieq Titip Pesan Ini dari Dalam Rutan

Baca juga: Pemerintah Tetapkan Sebagai Ormas Terlarang, FPI Kabupaten Tangerang Enggan Berkomentar Banyak

Apabila masyarakat masih menemukan simbol atau atribut yang bertuliskan atau bergambar logo FPI, Ade meminta diinformasikan kepada jajaran polisi, TNI, ataupun pemerintah daerah.

Selanjutnya, jajaran kepolisian, TNI, dan juga pemerintah daerah akan melakukan penertiban atau penghentian kegiatan.

Sebab FPI sudah resmi dibubarkan dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh Pemerintah Pusat.

Pencopotan baliho, spanduk, selebaran yang mengandung atribut atau logo FPI dilakukan Polresta Tangerang bersama Kodim 05/10 Tigaraksa dan Pemerintah Kabupaten Tangerang pada Rabu (30/12/2020) malam.
Pencopotan baliho, spanduk, selebaran yang mengandung atribut atau logo FPI dilakukan Polresta Tangerang bersama Kodim 05/10 Tigaraksa dan Pemerintah Kabupaten Tangerang pada Rabu (30/12/2020) malam. (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

"Kalau masyarakat masih menemukan atribut atau logo atau kegiatan dari ormas FPI, maka hal itu dilarang," tutur Ade.

Ade meminta semua lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu tertentu.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tertib aturan dan taat hukum.

"Kami pastikan kami akan tetap ada untuk menjamin rasa aman dan nyaman masyarakat," ucap Ade.

Halaman
123
Editor: Zuhirna Wulan Dilla
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved