Tangerang Selatan
Tak Hanya Tempe dan Tahu, Penjual Gorengan di Pamulang Keluhkan Kenaikan Harga Bahan Baku Lainnya
Penjual gorengan di Tangerang Selatan (Tangsel), kembali menjual tempe dan tahu goreng, Senin (4/1/2021).
TRIBUNBANTEN.COM - Penjual gorengan di Tangerang Selatan (Tangsel), kembali menjual tempe dan tahu goreng, Senin (4/1/2021).
Sebelumnya, karena perajin tempe dan tahu sempat mogok berjualan dari tanggal 1 - 3 Januari 2021.
Dilansir TribunJakarta.com, mogok produksi tempe dan tahu itu sebagai bentuk protes atas naiknya harga kedelai dari Rp 7.200 per kilogram menjadi Rp 9.200 per kilogram.
Baca juga: Pemkot Tangsel Siapkan 167 Titik Vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit, Puskesmas Hingga Klinik
Baca juga: Video Detik-Detik Usai Kecelakaan Mobil Eks Trio Macan di Tol Semarang-Solo, Chacha Alami Luka Berat
Awang, penjual gorengan di Pamulang, Tangsel, mengatakan kemunculan kembali tempe di pasaran disertai harganya yang naik.
Sedangkan untuk tahu, ia tidak tahu persis lantaran membeli dengan cara borongan.
"Tiga hari pokoknya, sekarang sudah ada lagi. Tempe naik, dari Rp 6.000 per papan jadi Rp 7.000. Kalau tempe kan jelas, biasanya Rp 12 ribu jadi Rp 14 ribu," ujar Awang dikutip dari TribunJakarta.com.
Kendati harga bahan baku dagangannya naik, Awang belum berani menaikkan harga gorengannya.
Ia masih menunggu sikap dari penjual gorengan lainnya.
"Belum, belum berani naikin. Tunggu yang lain naik," ujarnya.
Awang berharap hsrga kedelai bisa turun, namun menurut pengalamannya, itu mustahil.
Baca juga: Sandiaga Uno Gandeng Kemenhub Kolaborasi Pulihkan Sektor Parekraf di 2021
Baca juga: Presiden Jokowi Optimis Tahun 2021 Ekonomi Indonesia Bisa Bangkit Kembali
"Kalau penginnya sih turun, cuma enggak mungkin kalau turun lagi. Dari dulu juga gitu, berharapnya turun enggak turun-turun. Malah kita naikin harga," ujarnya.
Selain tempe dan tahu, harga cabai dan minyak juga ikut naik. Hal itu membuat keuntungannya dalam berjualan gorengan semakin kecil
"Naik semua, cabai apa lagi, pokoknya semua naik. Hampir semua pokoknya naik."
"Ya belanja mah tetap, paling untungnya jadi kecil, biasa Rp 70 ribu, ini Rp 40 ribu," ujarnya.
Hal berbeda disampaikan Epul, penjual gorengan lain di Pamulang.