Breaking News:

Ekspor Batu Fosil Hasil UMKM Lebak ke Cina Terkendala Pandemi Covid-19

Banyak potensi produk lokal warga Banten yang berdaya saing hingga bisa diekspor ke mancanegara.

TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Produk unggulan UMKM Kabupaten Lebak 

Laporan wartwan Tribunbanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM LEBAK - Banyak potensi produk lokal warga Banten yang berdaya saing hingga bisa diekspor ke mancanegara.

Salah satunya, yakni kerajinan berbahan batu fosil yang sampai diekspor ke Tiongkok.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Omas Irawan mengatakan ekspor kerajinan berbahan batu fosil ke Tiongkok sempat dilakukan, namun kini menurun akibat pandemi Covid-19.

"Selain itu ada juga produk khas Lebak, gula simet yang diekspor namun melalui perantara oleh perusahaan lain," ucapnya kepada TribunBanten.com, Senin (12/1/20210.

Lanjutnya, pihaknya sedang mendorong para pelaku UMKM di Lebak untuk melakukan ekspor secara mandiri.

Baca juga: Tetangganya Sudah Dapat BPUM Tapi Dirinya Belum, Warga Pandeglang Ini Mengadu ke Dinas UMKM

Baca juga: Segera Cek eform.bri.co.id/bpum untuk Cairkan Dana UMKM Rp 2,4 Juta, Berikut Cara dan Syaratnya

Karena saingannya cukup ketat, para pelaku UMKM  harus lebih kreatif dan inovati dalam mengembangkan usahanya.

Ia menjelaskan, pihaknya memperkiran setiap tahun pelaku UMKM akan terus bertambah.

Tercatat, pada 2019 kurang lebih 53.300 pelaku UMKM yang sudah terdaftar.

"Untuk pelaku  yang sudah tercatat sekitar 53.300 namun untuk 2020 sampai awal 2021 ini belum kami data ulang kembali," ujarnya kepada TribunBanten.com, senin (11/1/2021).

Namun dari data yang diterima terkait program BPUM gelombang 1,  kurang lebih 47.000 yang sudah diusulkan.

Penulis: desi purnamasari
Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved