Virus Corona
Satpol PP Tangsel Geram, Pelanggar Prokes Selalu Berikan Alasan Klasik saat Terjaring Razia
Meskipun tingkat kesadaran masyarakat sudah meningkat dibandingkan tahun lalu, tapi Muksin menegaskan untuk tetap ketatkan prokes setiap saat.
Penulis: Zuhirna Wulan Dilla | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com - Zuhirna Wulan Dilla
TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merasa geram saat melakukan operasi yustisi karena pelanggar protokol kesehatan (prokes) yang terjaring selalu memberikan alasan klasik.
Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol Tangsel Muksin Al Fachry mengatakan alasan klasik yang terus-menerus diberikan pelanggar prokes sangat membuatnya bosan.
"Alasan mereka tuh klasik banget, lupa pak, ketinggalan pak, susah nafas pak kalau pakai masker, bosan saya," kata Muksin saat dihubungi TribunBanten.com, Senin (18/1/2021) siang.
Muksin menjelaskan bahwa meski sudah satu tahun pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia, tapi masih ada saja yang abai.
"Apa mereka tidak capek begini terus, gimana mau berakhir pandemi ini, wong masyarakatnya masih aja susah buat pakai masker tuh," kesal Muksin.
Menurut Muksin, masyarakat Tangsel harusnya bisa bijaksana menanggapi hal ini, karena kasus Covid-19 banyak yang terjadi tanpa gejala.
"Yang bahaya itu kan kalau OTG nularin ke orang yang punya komorbid (penyakit bawaan), mereka gak sadar kalau udah terpapar karena gak bergejala terus nularin ke yang rentan," ujar Muksin.
Bagi Muksin saat ini sudah bukan lagi masyarakat memberikan alasan klasik tersebut.
Baca juga: Satpol PP Sanksi Sosial Pelanggar Prokes, Diminta Berziarah ke Makam Jenazah Covid-19
Baca juga: Setelah Suntik Vaksin Covid-19, Raffi Ahmad Abaikan Prokes, Ariel Noah Hanya Berdiam Diri di Rumah
"Sekarang kan prokes sudah sebagai gaya hidup baru, masker sudah kewajiban lah bukan hal yang baru lagi itu," kata Muksin.
Muksin mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan prokes, apalagi Tangsel masih berada di zona merah risiko penyebaran Covid-19.
"Tadi saya ke makam Covid-19 dan hari ini tuh sudah ada empat orang yang dimakamkan di situ,"
"Ayolah semua masyarakat sama-sama bekerja sama gotong royong mengatasi pandemi Covid-19 ini agar segera berakhir," harap Muksin.
Baca juga: Cerita Perawat Puskesmas Penyintas Covid-19 Asal Tangsel, Ingatkan Masyarakat Soal Prokes
Baca juga: Ketua KPU Tangsel Meninggal Dunia, Siti Nur Azizah Berduka Cita, Minta Masyarakat Terapkan Prokes
Meskipun tingkat kesadaran masyarakat sudah meningkat dibandingkan tahun lalu, tapi Muksin menegaskan untuk tetap ketatkan prokes setiap saat.
"Mau perginya jauh atau dekat, tetap yang namanya keluar rumah harus pakai masker ya," imbau Muksin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/warga-pelanggar-prokes-di-tangsel-ziarah-ke-makam-2.jpg)