Kisah Tb Johan Wahyudin, Si Penjual Cilok di Serang yang Sempatkan Baca Al-Quran Saat Berjualan
Ia bercerita, dahulu saat masih tinggal di Bogor Jawa Barat dan belum bekerja, ia tinggal dan menjadi takmir di salah satu masjid.
Penulis: Wijanarko | Editor: Abdul Qodir
Liputan wartawan TribunBanten.com, Wijanarko
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Terdengar sayup lantunan ayat Al-Quran dari seseorang pria berkemeja kotak-kotak dan berkpiah putih di depan musala SPBU Honje, Kecamatan Baros, Kota Serang, Selasa (19/1/2021) petang.
Sambil berduduk bersila, ia memegang sebuah Al-Quran lengkap 30 juz sambil sesekali menutup mata seakan-akan sedang mura'jaah atau mengulang-ulang hafalan ayat Al-Qur'an.
Kepada TribunBanten.com, pria tersebut yang bernama Tubagus Johan Wahyudin (29) itu menceritakan apa yang baru saja dilakukannya.
Johan mengatakan dirinya telah berjualan cilok selama dua tahun berjualan di kawasan SPBU Honje, Baros ini.
Saat keluar rumah untuk berjualan cilok maupun urusan lain, ia tidak lupa membawa dan membaca Al-Quran di sela waktu senggangnya.
"Alhamdulillah Al-Quran ini selalu saya bawa kemana-mana. Di bus, di kereta, di manapun, insya Allah selalu saya sempatkan membacanya," ujar Johan sambil meracik cilok pesanan pelanggannya.
Ia bercerita, dahulu saat masih tinggal di Bogor Jawa Barat dan belum bekerja, ia tinggal dan menjadi takmir di salah satu masjid.
Dirinya kerap dimintai orang-orang untuk mengajar mengaji.
"Sampai ada yang membiayai hidup saya hanya karena saya bisa mengaji," ujarnya.
Baca juga: Kisah Nenek Wartino Berusia 100 Tahun, Bersholawat dan Hafal Alquran di Tengah Hidup Keprihatinan
Baca juga: Batu Quran, Wisata Religi Unik dan Penuh Misteri di Pandeglang, Berikut Kisah dari Anak Juru Kunci
Selama di Bogor, Johan ikut dengan temannya berjualan cilok.
Dan dua tahun lalu, akhinrya ia memutuskan untuk kembali dan berjualan cilok di kampung halamannya di Pandeglang.
Ia menamakannya cilok buatannya nama Cilok Goang, Cuan Te Meli.
"Alhamdulillah dari jualan cilok ini saya sudah bisa membeli rumah, motor Vixion dan untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Johan.
Menurutnya, cilok yang ia jual banyak disukai banyak orang. "Pelanggan saya sampai ada yang dari Persada Serang. Sekali beli banyak, 16 bungkus. Abis itu dia pulang lagi a," ujarnya.
"Dulu sebelum Covid-19, sehari saya bisa untung bersih 800 ribu - 1 juta, Alhamdulillah," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/si-penjual-cilok-di-serang-yang-sempatkan-baca-al-quran-saat-berjualan.jpg)