Ringkasan Berita:
- BGN Kota Serang memastikan tidak ada praktik mark up harga roti dalam Program MBG.
- Dugaan mark up muncul dari unggahan viral di Threads soal harga roti Rp1.500 menjadi Rp3.000.
- BGN masih menyelidiki informasi tersebut dan telah berkoordinasi dengan Satgas MBG Kota Serang.
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Serang memastikan tidak ada praktik mark up harga roti dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.
Sebelumnya, media sosial Threads ramai memperbincangkan dugaan mark up harga roti dalam program MBG di Serang, Banten.
Dalam unggahan yang beredar, disebutkan adanya permintaan untuk menaikkan harga roti pada nota pembelian untuk salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Serang.
Dalam unggahan tersebut, harga roti yang sebelumnya disepakati sebesar Rp1.500 per buah disebut diminta untuk dicantumkan menjadi Rp3.000 per buah dalam nota pembelian.
"Diminta bikin nota harga Rp3.000, padahal harga aslinya Rp1.500 per buah," tulis akun tersebut dalam unggahan yang kemudian ramai dibagikan ulang oleh pengguna media sosial lainnya.
Baca juga: Intip LHKPN Terbaru Andra Soni: Harta Kekayaan Gubernur Banten Tembus Rp4 Miliar, Naik Rp756 Juta
Menanggapi informasi yang viral tersebut, Korwil BGN Kota Serang, Nuni Pratiwi, menegaskan bahwa praktik tersebut dipastikan tidak terjadi di Kota Serang.
"Kami pastikan hal tersebut tidak terjadi di Kota Serang," katanya saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).
Meski demikian, pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di media sosial.
"Kami masih melakukan penyelidikan pak dan mencari informasi mengenai kebenarannya," ucap Nuni.
Ia menambahkan, BGN Kota Serang juga telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Serang terkait unggahan viral tersebut.
"Kami sudah koordinasikan juga kepada satgas MBG di Kota Serang mengenai hal tersebut," ujarnya.