Breaking News:

Mi Ayam Bakso Mas Atun Pandeglang, Harga Rp 6.000/Porsi dengan 2 Pentol, Pemilik: Cari Berkah

Begitu tutup panci dibuka, kebulan asap keluar menyelinap di celah-celah gerobak coklat tua.

Penulis: Wijanarko | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TribunBanten.com/Wijanarko
Sajian mi ayam bakso Mas Atun di Pandeglang. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Wijanarko

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Di saat harga daging sapi melonjak, warung di Jalan Raya Labuan, Ciekek Melati, Pandeglang, menjual mi ayam bakso Rp 6.000 per porsi.

Begitu tutup panci dibuka, kebulan asap keluar menyelinap di celah-celah gerobak coklat tua.

Aroma sedap khas mi ayam langsung tercium.

Baca juga: Pengusaha Rumah Makan Padang dan Bakso di Ciruas Siap Hadapi Mogok Dagang Pedagang Daging Sapi

Baca juga: TIPS! Membuat Kuah Bakso, Dijamin Maknyus

Baca juga: Uniknya Bakso Corona, Ternyata Begini Cara Membuatnya

Di dalam warung mi ayam bakso Mas Atun ini terdapat 3 meja kayu panjang membentang menghadap tembok.

Di warung ini, mi ayam bakso Rp 6.000 per porsi dengan dua bakso kecil.

Atun Sutiman, pemilik warung Mas Atun mengaku berniat berjualan mi ayam bakso dengan harga murah untuk ibadah dan mencari berkah.

"Saya ingin merangkul orang-orang yang di bawah. Kadang mereka pengen makan bakso tapi tidak terbeli karena tidak punya uang cukup. Jadi, sambil cari berkah, Mas," ujar Atun, Kamis (21/1/2021).

Bapak dengan 3 anak ini mengaku sudah berjualan mi ayam bakso selama 28 tahun.

"Saya mulai jualan saat mulai merantau ke sini pada 1992 mas. Sampai di tahun 2006, saya ditarik berjualan di sekolah. Saya jualan di SMA 2 dan SMA 6 Pandeglang," kata pria berusia 48 tahun ini.

Namun, saat pandemi Covid-19, semua sekolah di Pandeglang tutup.

"Murid-murid pada belajar di rumah, saya harus puter otak gimana caranya biar tetap bisa jualan. Akhirnya saya ambil kontrakan di sini, sudah 7 bulan," ujar Atun.

Menurutnya, pada masa pandemi Covid-19 ini untuk bisa bertahan hidup dan bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah lebih cukup.

"Biar untungnya enggak seberapa, yang penting bisa bertahan," ucapnya.

Dalam sehari, rata-rata Atun bisa menjual 100 porsi mi ayam bakso.

Atun membutuhkan 12 kilogram daging sapi untuk membuat bakso tiga kali sehari.

Atun Sutiman
Atun Sutiman (TribunBanten.com/Wijanarko)

Muhammad Perdiansyah, seorang pembeli, mengaku kerap makan mi ayam bakso di warung Mang Atun.

"Mang Atun ini dulunya jualan di sekolah saya di SMA 6 Pandeglang. Kadang beli sama temen-temen pas lagi istirahat. Sekarang juga kalau mau makan bakso ya ke sini. Worth it," ujar remaja 16 tahun ini.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved