Bisa dengan Bunga Mawar, Berikut Cara Mudah Memulihkan Kehilangan Penciuman akibat Covid-19
"Secara mental Anda perlu membenamkan diri dalam pikiran, membayangkan mawar, misalnya bau dan bentuknya seperti apa," kata dia.
TRIBUNBANTEN.COM, - Anosmia atau kehilangan penciuman menjadi salah satu efek samping yang banyak terjadi pada orang yang terpapar Covid-19.
Sebagian besar pasien Covid-19 dapat memulihkan indra penciumannya seiring kesembuhan mereka dari penyakit yang disebabkan virus Corona itu.
Namun, sebagian penderita Covid-19 lainnya justru masih mengalaminya meski sudah sembuh.
Kehilangan penciuman bisa berdampak lebih dari sekadar ketidakmampuan mencium bau.
Menurut ahli THT Raj Sindwani, MD, seseorang yang mengalami anosmia juga bisa kehilangan rasa aman.
Misalnya, tidak mampu mencium bau-bau yang berkaitan dengan peristiwa kebakaran.
"Tanpa kemampuan untuk mencium, kita kehilangan kemampuan untuk mendeteksi bau berbahaya, seperti gas atau api dan asap," katanya, seperti dilansir Cleveland Clinic.
Bahkan untuk hal yang umumnya dianggap sederhana, seperti mencium makanan busuk sekalipun, orang-orang yang kehilangan penciuman tidak bisa melakukannya.
Dampak yang lebih luas bisa menyangkut psikologis seseorang.
Akibat gangguan dalam hubungan antara ingatan emosional, pengalaman, dan kemampuan penciuman, beberapa orang dapat mengalami kecemasan dan bahkan depresi.
Baca juga: UPDATE 26 Januari: Covid-19 Tembus 1 Juta Orang, Banten Masuk 10 Provinsi dengan Kasus Tertinggi
Baca juga: Sulit Tidur, Perhatikan 7 Cara Mudah Mengatasi Tanpa Bantuan Obat
"Makanan menjadi tidak lagi enak, minuman kesukaan rasanya tidak lagi sama."
"Mereka yang mengalaminya merasa tidak mendapatkan kenikmatan yang sama dari pengalaman yang pernah mereka miliki sebelumnya," kata Sindwani.
Meski begitu, kabar baiknya adalah angka kehilangan penciuman secara permanen sebetulnya sangat kecil.
Sindwani menyebut salah satu penelitian yang meneliti menggunakan pengujian penciuman objektif.
Penelitian itu menemukan bahwa hanya 15 persen pasien Covid-19 yang mengalami kehilangan penciuman selama lebih dari 60 hari dan kurang dari 5 persen yang mengalaminya selama lebih dari enam bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/netpixabay-2.jpg)