Daftar Perumahan Elit dan Jalan Protokol di Kota Serang Terendam Banjir, 66 KK Terdampak Parah
Ia menyayangkan kurang adanya peran pemerintah kota untuk melakukan perbaikan drainase dan pelebaran sungai kendati banjir kerap melanda Kota Serang
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
"Seperti di Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, karena faktor saluran irigasinya yang tidak ada," tuturnya.
Titik banjir terparah berada di komplek perumahan Taman Widya Asri dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
Hal itu disebabkan, tanggul air kali yang jebol lantaran debit air tinggi setelah hujan deras selama sehari kemarin.
"Paling parah itu di Taman Widya Asri, tapi sekarang sudah surut. Kemudian komplek Ranau juga ada satu motor yang hanyut ke kali (sungai), karena tanggulnya jebol. Itu situasi jam 03.00 sampai subuh, tapi pagi kondisi sudah aman," katanya.
Sebanyak 66 KK terdampak banjir parah
BPPD Kota Serang mencatat setidaknya ada 65 KK yang terdampak banjir parah akibat hujan deras sehari kemarin.
Sebanyak 65 KK tersebut tersebar di dua wilayah, yakni Komplek Untirta di Kecamatan Cipocok Jaya dan Cinanggung di Kecamatan Serang.
Di Komplek Untirta terdapat 35 KK terdampak banjir dengan cakupan luas 1 kilometer persegi.
Bahkan, warga harus menggunakan perahu karet untuk mobilisasi. Banjir sendiri meluas hingga 1 Kilometer di Untirta sendiri.
Sementara itu, di Cinanggung terdapat 30 KK terdampak banjir.
"Data yang masuk ke kita saat ini masih belum rampung, akan tetapi yang masuk saat ini baru 65 KK yang terdampak," ujar Ketua BPBD Kota Serang, Diat Hermawan saat dihubungi, Rabu (3/2/2021).
• Bisa Asteroid atau Sonic Boom, Ini Penjelasan BMKG & Lapan soal Sumber Dentuman Misterius di Malang
• BMKG: Lima Kabupaten/Kota di Banten Berpotensi Banjir
Menurutnya, jumlah tersebut dimungkinkan bertambah jika kembali terjadi turun hujan deras di Kota Serang.
Sementara itu, Kepala Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Serang, Eva Hasanah menerangkan beberapa titik banjir dan longsor di Kota Serang sendiri terjadi setiap tahunnya dan ini merupakan masalah tahunan.
"Hanya ada satu lokasi di Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka yang merupakan lokasi banjir baru," ujarnya.
Hal itu terjadi, karena adanya penggalian dan pembangunan perumahan baru yang mengakibatkan saluran irigasi terhambat.
"Iya biasanya kalau Ciwaka meluap, yang kena itu komplek Persada. Tapi karena ada penggalian dan pembangunan perumahan di Kampung Tonjong, maka Pengampelan yang terkena dampaknya," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/perumahan-elit-dan-jalan-protokol-di-kota-serang-terendam-banjir-3.jpg)