Rumah Seorang Janda di Kota Serang Ambruk Setelah Tersapu Angin Kencang
Maryam juga menitikkan air mata dan sejenak menghela nafas panjang saat menceritakan musibah yang menimpa rumahnya.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, SAYAR - Tangan Maryam (50) gemetar saat menceritakan kejadian rumahnya di Desa Serdang Lor Sayar, Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, ambruk tertiup angin kencang dan hujan deras pada Jumat (5/2/2021).
Maryam juga menitikkan air mata dan sejenak menghela nafas panjang saat menceritakan musibah yang menimpa rumahnya.
Maryam menceritakan atap dan sebagian rumahnya ambruk setelah tertiup angin kencang dan hujan pada Kamis malam.
Rumah tersebut berusia 20 tahun dan merupakan peninggalan suaminya yang telah meninggal 10 tahun lalu. Sebagian dinding rumahnya tampak terkelupas.
Kejadian tersebut terjadi pada kemarin malam saat wilayah Kota Serang diguyur hujan lebat disertai angin kencang selama satu harian.
Maryam mengaku tengah tertidur saat kejadian itu terjadi.
Ia terbangun dan terkejut ketika mendengar bunyi reruntuhan bangunan rumah.
"Saat saya lihat saya kira rumah orang lain, ternyata rumah saya yang ambruk bagian samping," katanya saat ditemui.
Maryam duduk terlemas sesaat mengetahui sebagian rumahnya sudah ambruk. Ia tidak menyangka kejadian tersebut menimpa rumahnya.
Sembari menguatkan tubuhnya, Maryam berteriak meminta pertolongan ke warga sekitar.
"Saya minta tolong pas rumah saya itu sudah hancur akibat angin dan hujan yang datang. Sebab, anak saya pada saat itu sedang di luar dan saya sendiri," ujarnya.
• 42 Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung di Pakuhaji Tangerang
• Wali Kota Serang Justru Marah saat Lihat Perumahan Elit yang Longsor, Ini Penyebabnya
Maryam mengaku bingung dengan kondisi yang menimpanya saat ini. Dia sementara menumpang tempat tinggal di tetangga.
Sejumlah warga sekitar hanya mampu membantu memberikan sumbangan seadanya untuk perbaikan rumah Maryam yang rusak.
Dengan kondisi ketidakmampuan ekonomi dan hanya seorang orang tua tunggal, Maryam mengharapkan bantuan pemerintah daerah setempat agar dapat membangun kembali rumahnya yang ambruk.
"Kami kolektif saja bersama dengan warga setempat untuk mengulurkan tangannya kepada saudara kita yang sedang kesusahan," ujar Lurah Sayar, Zaenudin, saat mengunjungi rumah Maryam.
Zaenudin mengatakan kejadian hujan deras disertai angin kencang hingga membuat rumah ambruk baru pertama terjadi di Kelurahan Sayar.
Ia meminta warganya untuk tetap waspda jika terjadi cuaca buruk ke depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/rumah-janda-di-kota-serang-ambruk.jpg)