Breaking News:

Vaksinasi Lansia Dimulai Hari Ini, Dimulai dari Tenaga Kesehatan Berusia di Atas 60 Tahun

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya mengeluarkan izin darurat penggunaan vaksin coronaVac untuk kelompok lanjut usia (lansia) di atas 60

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi tenaga kesehatan disuntik vaksin Covid-19 - Petugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di Rumah Sakit Siloam TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM, - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya mengeluarkan izin darurat penggunaan vaksin coronaVac untuk kelompok lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun.

Persetujuan ini dikeluarkan oleh BPOM lewat surat perihal pengeluaran izin perubahan penggunaan vaksin buatan Sinovac Biotech Ltd itu karena kondisi emergency pandemi Corona di tanah air.

Dalam surat yang ditujukan kepada PT Bio Farma itu ada dua hal yang disetujui oleh BPOM.

Pertama, penambahan indikasi penggunaan vaksin Sinovac untuk lansia di atas usia 60 tahun. Kedua, penambahan alternatif interval penyuntikan dewasa 0 dan 28 hari, terutama untuk usia 18-59 tahun.

Penerbitan Emergency Use Authorization (EUA) atau persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat untuk vaksin Covid-19 itu dilakukan setelah BPOM meninjau uji klinik terhadap lansia di Brasil dan uji klinik fase I-II di China.

Menurut Kepala BPOM, Penny Lukito, dari hasil uji klinis di dua negara itu, hasilnya diketahui bahwa vaksin Sinovac
dinilai aman untuk lansia.

Baru 35.649 Tenaga Kesehatan di Banten Disuntik Vaksin Covid-19, Ribuan Nakes Lainnya Gagal

"Uji klinik fase 1 dan 2 di China yang melibatkan subjek lansia sebanyak 400 orang (lansia) menunjukkan vaksin coronaVac yang diberikan dengan 2 dosis vaksin dengan jarak antardosis 28 hari menunjukkan hasil imunogenisitas yang baik," kata Penny
dalam jumpa pers virtual, Minggu (7/2).

"Peningkatan kadar antibodi yang baik dengan seroconversion setelah 28 hari pemberian dosis kedua adalah 97,96%. Jadi setelah 28 hari pemberian dosis kedua, itter antibodi masih tinggi di 97,96% subjek yang mengikuti uji klinik," tegas dia.

Selain itu dari sisi keamanan juga dapat ditoleransi dengan baik.

Kemudian tidak adanya efek samping sistem dan serius, sampai derajat ketiga, yang dilaporkan disebabkan karena pemberian vaksin. BPOM juga menggunakan data interim uji klinis III di Brasil.

Hasilnya pun tergolong baik.

"Uji klinik fase III di Brasil dengan melibatkan subjek lansia  600 orang telah diperoleh bahwa pemberian vaksin ini pada kelompok usia 60 tahun adalah vaksin aman.

Dan tidak ada efek samping serius derajat ketiga yang dilaporkan," kata Penny.

Hati-hati Beredar Vaksin Covid-19 Palsu, Garam Disuntik ke Jarum Suntik

Selain hasil uji klinis, alasan BPOM menerbitkan izin darurat penggunaan coronaVac untuk lansia karena kelompok ini menyumbang angka kematian tinggi akibat Covid-19.

"Kita juga mengingat bahwa angka kematian akibat Covid-19 ini menunjukkan data statistik bahwa kelompok usia lanjut atau lansia menduduki porsi yang cukup tinggi, relatif lebih tinggi, yaitu sekitar 47,3% berdasarkan data terakhir di KCPPEN (Komite
Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional)," ujar Penny.

Oleh karena itu, menjadi keharusan bagi pemerintah untuk menetapkan pemberian vaksin yang tersedia pada kelompok lansia. Sebab, kelompok lansia dimasukkan dalam daftar prioritas.

"BPOM selama ini terus memonitor, memastikan segera mendapat data hasil uji klinik pada lansia yang pada fase ketiga dilaksanakan di Brasil, dan fase 1 dan 2  yang sudah dilakukan di China untuk mendapat data terakhir yang lebih lengkap,"
ungkap Penny.

Sementara itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyambut baik persetujuan darurat BPOM untuk penggunaan coronaVac bagi kelompok lanjut usia. Ia mengatakan,

izin ini untuk membantu pemerintah untuk menekan tingkat kematian corona lansia.

Sebab, saat ini hampir 50 persen kematian corona terjadi di pasien lansia.

Sudah 12 Dokter di Banten Meninggal, Ketua IDI: Covid-19 Itu Nyata, Vaksin Bukan Obat

"Jadi mereka yang terekspos terhadap vaksinnya sering dan orang-orang yang berisiko fatalnya tinggi.

"Jadi dari orang Indonesia yang terkena Covid-19 sekarang ada 1 jutaan lebih itu, hanya 10 persen yang lansia. Tapi, dari populasi yang meninggal [akibat corona], 50 persennya lansia. Itu menunjukkan bahwa lansia ini risikonya lebih tinggi dibanding kita
yang usianya masih di bawah," ujar Budi.

Budi mengatakan, dengan keluarnya izin darurat dari BPOM ini, maka Pemerintah bisa segera melakukan vaksinasi terhadap para lansia.

"Sehingga dengan itu, Kemenkesbisa segera lakukan vaksinasi bagi orang-orang yang usianya di atas 60 tahun," tutur
Budi.

Untuk mempercepat vaksinasi bagi lansia, Budi memerintahkan jajaran Kemenkes menerapkan vaksinasi lansia per Senin (8/2) hari ini.

Tenaga kesehatan sebagai kelompok pertama yang divaksinasi akan mulai menyasar 11.600 nakes lansia.

”Kita akan mulai insyaallah besok jam 9 pagi penyuntikan bagi orang- berusia di atas 60 tahun,” ujarnya.

"Kita sudah komunikasikan dengan teman-teman jajaran Kemenkes di lapangan agar  mulai besok, Senin, jam 09.00 vaksinasi untuk orang di atas 60 tahun bisa kita mulai dengan prioritas pertama, nakes di atas usia itu".

"Jadi  mereka yang terekspos terhadap dan orang-orang yang berisiko fatalnya tinggi. Saya juga diinformasi, nakes yang di atas 60 tahun ada 11.600-an mereka belum bisa disuntik karena emergency use authorization BPOM yang pertama kali range usianya 11-59 tahun," tutur Budi.(tribun network/fik/dod)

Editor: Yulis Banten
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved