Tragedi Sriwijaya Air

Temuan Terbaru KNKT Soal Penyebab Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh : 2 Kerusakan Tapi Ditunda Perbaikannya

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Merilis laporan awal penyebab Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh, Rabu (10/2/2021).

Tayang:
Penulis: Zuhirna Wulan Dilla | Editor: Yudhi Maulana A
Tribunnews/Danny Permana
ilustrasi. Pesawat milik maskapai penerbangan nasional Sriwijaya Air tinggal landas meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Banten. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Zuhirna Wulan Dilla

TRIBUNBANTEN.COM - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Merilis laporan awal penyebab Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh, Rabu (10/2/2021).

Ketua Sub Komite Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo membeberkan data perawatan dari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tersebut.

"Ada dua kerusakan yang ditunda perbaikannya sejak tanggal 25 Desember 2021, yaitu Divert Maintenance item," ujarnya melalui konferensi pers secara daring dikutip dari kanal YouTube Tribunnews (10/2/2021) sore ini.

Menurut Nurcahyo Divert Maintenance Item itu merupakan permasalahan biasa pada pesawat.

"Terkait dari apa saja yang ada dalam divert maintanance item itu ditemukan pada tanggal 25 Desember 2021 petunjuk kecepatan sebelah kanan pesawat rusak,"

"Jadi petunjuk kecepatan hanya berfungsi setelah ketinggian tertentu," kata Nurcahyo.

Nurcahyo menjelaskan petunjuk kecepatan itu tidak berfungsi di bagian ko-pilot.

Ia mengatakan perbaikan itu telah sempat dilakukan namun belum berhasil sehingga dikategorikan kerusakan tipe C.

Update Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Gugat Boeing, Jika Produk Cacat Produsen Bisa Disalahkan

Putri Perwira TNI Ini Ditemukan Bekat Sikat Gigi, Ibu dan Adiknya Dimakamkan di 1 Liang Lahat

"Tipe C itu artinya perbaikan boleh ditunda sampai maksimal 10 hari," jelasnya.

Kemudian indikator kecepatan ini telah diganti pada tanggal 4 Januari 2021 lalu dengan hasil yang bagus.

Lalu pilot kembali melaporkan bahwa tanggal 3 Januari 2021 pengatur tuas otomatis tidak berfungsi.

"Untuk pengatur tuas sudah dilakukan perbaikan dan berhasil," ucapnya.

Namun sehari setelah perbaikan pengatur tuas otomatis itu kembali rusak pada tanggal 4 Januari 2021 dan belum diperbaiki secara maksimal.

Ketua Sub Komite Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, mengumumkan laporan awal investigasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182, melalui siaran langsung, Rabu (10/2/2021).
Ketua Sub Komite Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, mengumumkan laporan awal investigasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182, melalui siaran langsung, Rabu (10/2/2021). (Youtube/KompasTV)

"Setelah rusak lagi dimasukkan ke daftar perbaikan dan 5 Januari sudah berfungsi lagi," ujarnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved