Dalang Ki Anom dan Keluarganya Dibunuh, Terungkap Lewat Secangkir Kopi dan Pelaku Coba Bunuh Diri

Selain Ki Anom, sang istri Tri Purwati (53), anak tirinya AS (perempuan, 12), dan cucunya GLK (perempuan, 10) juga ikut dibunuh.

Tayang:
Penulis: Yudhi Maulana A | Editor: Yudhi Maulana A
Tribun Jateng/ Mazka Hauzan Naufal
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menghibur Danang dan Wisnu, putra mendiang Anom Subekti, Kamis (11/2/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Dalang ternama asal Jata Tengah, Ki Anom Subekti tewas dibunuh di rumahnya di Padepokan Seni Ongkojoyo, Desa Turusgede, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Rabu (3/2/2021).

Selain Ki Anom, sang istri Tri Purwati (53), anak tirinya AS (perempuan, 12), dan cucunya GLK (perempuan, 10) juga ikut dibunuh.

Pelaku pembunuhan ternyata rekan dari Ki Anom, Sumani (43) yang merupakan warga Desa Pragu RT 2 RW 2, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang.

Setelah melakukan pembunuhan, korban berusaha mencuri barang berharga milik korban senilai Rp 13,3 juta.

Dikutip dari Tribun Jateng, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi tersangka belum bisa dimintai keterangan karena berusaha mencoba bunuh diri saat ingin ditangkap.

Baca juga: Marsah Dibunuh dan Diperkosa Pemuda Mabuk, Suka Membantu dan Sekolahkan Anak Hingga Lulus Kuliah

Baca juga: Wanita Pedagang Sayur Itu Sempat Memohon Jangan dan Teriak Anak Saya Banyak Sebelum Dibunuh

Pelaku kini dirawat di RSUD Rembang.

Namun demikian, ia sudah bisa menetapkan Sumani sebagai tersangka tunggal berdasarkan identifikasi saintifik.

“Terhitung mulai tanggal 8 Februari, setelah gelar perkara, sudah bisa kami tetapkan sebagai tersangka tunggal tindak pidana pembunuhan berencana disertai pencurian pemberatan.

Ini kami lakukan, karena dalam 184 KUHAP, tidak perlu keterangan tersangka, karena hasil identifikasi saintifik telah membuktikan Sumani sebagai tersangka,” jelas Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam konferensi pers di Mapolres Rembang, Kamis (11/2/2021).

Luhtfi menerangkan, dari ponsel milik Sumani, polisi menemukan bahwa setelah melakukan pembunuhan, tepatnya pada Kamis (4/2/2021) pukul 01.20 WIB, dia melakukan penelusuran di internet dan mencari informasi mengenai sidik jari.

Beberapa jam sebelumnya, istrinya sempat menelepon, namun tidak ia angkat.

Kemudian, keesokan harinya, yakni 5 Februari, kemungkinan Sumani sudah merasa bahwa dirinya akan ditangkap.

“Sehingga dia berupaya bunuh diri dengan meminum pestisida. Keterangan medis dari dokter rumah sakit menjelaskan bahwa ginjalnya mengandung pestisida,” kata Irjen Pol Ahmad Luthfi.

“Motif muncul kalau sudah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka, sedangkan dia sampai sekarang belum bisa diperiksa.

Tapi, diinterogasi awal, di BAP, ada kata-kata dari Sumani, ‘sing wis yo wis (yang sudah berlalu ya sudah)’.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved