Indahnya Danau Tasikardi Serang, Peninggalan Sultan Banten untuk Ibunda
Di pulau tersebut, masih ada peninggalan Kesultanan Banten, seperti kolam penampungan air, pendopo dan kamar mandi keluarga kesultanan.
Penulis: Wijanarko | Editor: Abdul Qodir
Beberapa pengunjung keluarga tampak menikmati keindahan Danau Tasikardi sembari berbincang dan makan cemilan di bawah pohon rindang.
Petugas Pengelola Danau Tasikardi, Arsyad menuturkan Danau Tasikardi merupakan danau buatan yang dibuat semasa Kesultanan Banten, Panembahan Maulana Yusuf (bertahta 1570-1580 M).
Pada masa itu, danau tersebut difungsikan sebagai tempat penampungan air untuk irigasi sekaligus untuk pasokan air bagi keluarga ke Keraton Surosowan dan masyarakat sekitar.
Di tengah danau terdapat sebuah pulau kecil berukuran sekitar 40x40 meter persegi dinamakan Pulau Kaputren. Dahulunya, pulau kecil itu menjadi tempat istirahat keluarga kesultanan.
Di pulau tersebut, masih ada peninggalan Kesultanan Banten, seperti kolam penampungan air, pendopo dan kamar mandi keluarga kesultanan.
Baca juga: Negeri di Awan Tak Hanya Dongeng, Jadi Tempat Wisata Provinsi Banten, Hanya 3 Jam dari Jakarta
Baca juga: Lebak Segera Miliki Geopark Bayah Dome dengan Six Fantastic Wisata, Proyek Digeber Mulai 2021
Baca juga: Janji Irna Narulita-Tanto yang Unggul di Pilkada Pandeglang, Matangkan Rencana Geopark Ujung Kulon
"Semulanya diperuntukan bagi ibunda sultan untuk bertafakur, yang pada masa kemudian pulau itu berfungsi sebagai tempat rekreasi keluarga sultan," ujar Arsyad.
Arsyad menuturkan mayoritas masyarakat yang berkunjung ke Danau Tasikardi ialah warga Kabupaten dan Kota Serang, serta para peziarah yang melanjutkan wisata religi dari kawasan Banten Lama.
"Biasanya setelah berziarah, mereka datang ke sini untuk sekadar beristirahat dan makan-makan bersama keluarga lalu pulang," tuturnya.
Menurutnya, selain menikmati keindahan Danau Tasikardi, pengunjung juga dapat berswafoto dan joging di danau penuh sejarah ini.
Sebelumnya pengunjung masih bisa menikmati wahana sepeda air. Namun, kini fasilitas tersebu telah rusak.
"Sepeda airnya sudah rusak dan bocor sejak 1.5 tahun yang lalu. Kami sudah ajukan ke Dispora Kabupaten Serang, tapi belum ada tanggapan. Mungkin karena situasi masih Covid juga," ujarnya.
Warga setempat, Romli, menuturkan dirinya kerap datang ke Danau Tasikardi untuk mengisi waktu luang.
"Biasanya saya mancing. Di sini banyak ikannya, ada ikan nila, ikan gabus," ujar Romli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/suasana-danau-tasikardi-dari-pantauan-udara.jpg)