Indahnya Danau Tasikardi Serang, Peninggalan Sultan Banten untuk Ibunda

Di pulau tersebut, masih ada peninggalan Kesultanan Banten, seperti kolam penampungan air, pendopo dan kamar mandi keluarga kesultanan.

Tayang:
Penulis: Wijanarko | Editor: Abdul Qodir
Instagram @ayunmakhzun
Suasana Danau Tasikardi dari pantauan udara di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Sabtu (13/2/2021). - Indahnya Danau Tasikardi Serang, Peninggalan Sultan Banten untuk Ibunda. 

Beberapa pengunjung keluarga tampak menikmati keindahan Danau Tasikardi sembari berbincang dan makan cemilan di bawah pohon rindang.

Petugas Pengelola Danau Tasikardi, Arsyad menuturkan Danau Tasikardi merupakan danau buatan yang dibuat semasa Kesultanan Banten, Panembahan Maulana Yusuf (bertahta 1570-1580 M).

Pada masa itu, danau tersebut difungsikan sebagai tempat penampungan air untuk irigasi sekaligus untuk pasokan air bagi keluarga ke Keraton Surosowan dan masyarakat sekitar.

Di tengah danau terdapat sebuah pulau kecil berukuran sekitar 40x40 meter persegi dinamakan Pulau Kaputren. Dahulunya,  pulau kecil itu menjadi tempat istirahat keluarga kesultanan.

Di pulau tersebut, masih ada peninggalan Kesultanan Banten, seperti kolam penampungan air, pendopo dan kamar mandi keluarga kesultanan.

Baca juga: Negeri di Awan Tak Hanya Dongeng, Jadi Tempat Wisata Provinsi Banten, Hanya 3 Jam dari Jakarta

Baca juga: Lebak Segera Miliki Geopark Bayah Dome dengan Six Fantastic Wisata, Proyek Digeber Mulai 2021

Baca juga: Janji Irna Narulita-Tanto yang Unggul di Pilkada Pandeglang, Matangkan Rencana Geopark Ujung Kulon

"Semulanya diperuntukan bagi ibunda sultan untuk bertafakur, yang pada masa kemudian pulau itu berfungsi sebagai tempat rekreasi keluarga sultan," ujar Arsyad.

Arsyad menuturkan mayoritas masyarakat yang berkunjung ke Danau Tasikardi ialah warga Kabupaten dan Kota Serang, serta para peziarah yang melanjutkan wisata religi dari kawasan Banten Lama.

"Biasanya setelah berziarah, mereka datang ke sini untuk sekadar beristirahat dan makan-makan bersama keluarga lalu pulang," tuturnya.

Menurutnya, selain menikmati keindahan Danau Tasikardi, pengunjung juga dapat berswafoto dan joging di danau penuh sejarah ini.

Sebelumnya pengunjung masih bisa menikmati wahana sepeda air. Namun, kini fasilitas tersebu telah rusak.

"Sepeda airnya sudah rusak dan bocor sejak 1.5 tahun yang lalu. Kami sudah ajukan ke Dispora Kabupaten Serang, tapi belum ada tanggapan. Mungkin karena situasi masih Covid juga," ujarnya.

 
Warga setempat, Romli, menuturkan dirinya kerap datang ke Danau Tasikardi untuk mengisi waktu luang.

"Biasanya saya mancing. Di sini banyak ikannya, ada ikan nila, ikan gabus," ujar Romli.

 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved