Selain Rumah Diperbaiki, Dua Anak Yatim yang Terlantar di Serang Akan Disekolahkan
Subadri menekankan masalah sosial berupa rumah tidak layak huni dan pendidikan yang dialami kedua anak yatim itu harus dapat diselesaikan.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
Subadri merasa "terpanggil" untuk membantu setelah mengetahui adanya dua anak yatim yang hidup terlantar di Kota Serang dari pemberitaan media massa.
"Saya tahu keadaannya, baru kemarin. Makanya hari ini saya langsung datang ke lokasi. Untuk mengecek keadaanya," ujar Subadri kepada wartawan di lokasi.
Ia mengakui nasib kedua anak yatim yang masih di bawah umur itu menjadi tanggung jawab dan kewajiban Pemerintah Kota Serang.
Dalam kunjungan itu, Subadri langsung memerintahkan para aparat pemeritah mulai ketua RT/RW, lurah hingga camat setempat untuk membantu kedua anak yatim tersebut, khususnya bantuan pembangunan rumah menjadi rumah layak huni.
"Pemerintah Kota Serang berharap melalui RT/RW, kelurahan dan kecamatan agar sigap. Ketika ada, rumah-rumah yang tidak layak huni, agar mampu menginformasikan kepada pihak Pemerintah Kota," tandasnya.
Ayah Meninggal, Ibunda Kawin Lagi dan Kabur
Seperti diberitakan TribunBanten.com sebelumnya, Usup (16) dan adiknya, Roudoh (14) adalah anak yatim yang tinggal di rumah rapuh di Kampung Kedaung RT 06/03 Kelurahan Cilaku Kecamatan Curug, Kota Serang.
Ayah dari kedua anak itu sudah meninggal dunia sejak 10 tahun lalu.
Sementara, ibunda mereka yang diharapkan menjadi penopang hidup selanjutnya justru kabur dari rumah setelah menikah lagi dengan seorang pria asal Yogyakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/kisah-anak-yatim-hidup-terlantar-di-kota-serang.jpg)