Selain Rumah Diperbaiki, Dua Anak Yatim yang Terlantar di Serang Akan Disekolahkan

Subadri menekankan masalah sosial berupa rumah tidak layak huni dan pendidikan yang dialami kedua anak yatim itu harus dapat diselesaikan.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
tribunbanten.com/Ahmad Tajudin
Usup (16) dan adiknya saat ditemui di Kampung Kedaung RT 06/03 Kelurahan Cilaku Kecamatan Curug, Kota Serang. Rabu, (17/2/2021). Ayah kedua anak itu meninggal sejak 10 tahun lalu dan ibundanya juga pergi dari rumah setelah menikah lagi tiga tahun lalu. 

Usup terpaksa berhenti sekolah saat masih duduk di bangku kelas enam SD lantaran tak lagi mempunyai biaya.

Pekerjaan sebagai tukang bongkar muat batok kelapa dilakoninya agar bisa bertahan hidup bersama adiknya.

Baca juga: Ayah Meninggal dan Ibunda Kabur, Secuil Kisah Pilu Dua Anak Yatim yang Hidup Terlantar di Serang

"Kalau nggak kerja, kita mau makan apa," ujar Usup saat ditemui di kediamannya, Kampung Kedaung RT 06/03 Kelurahan Cilaku Kecamatan Curug, Kota Serang. Rabu, (17/2/2021). 

Meski masih di bawah umur, pekerjaan bongkar muat batok kelapa dilakukan Usup pada malam hingga pagi hari.

Dari pekerjaan itu, ia mendapat upah sekitar Rp 30.000 setiap hari.

Rumah kedua anak yatim itu berada tidak jauh dari Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Kota Serang.

Namun, keduanya yang hidup terlantar di sebuah rumah rapuh justru belum tersentuh bantuan.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved