Kreativitas Warga Kota Cilegon, Sampah Plastik Didaur Ulang Jadi Barang Layak Pakai
Warga Kota Cilegon mendaur ulang sampah plastik bekas yang tidak terpakai menjadi barang layak pakai.
Penulis: Khairul Maarif | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif
TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Warga Kota Cilegon mendaur ulang sampah plastik bekas yang tidak terpakai menjadi barang layak pakai.
Hasilnya, menjadi tas atau dompet yang dapat dipergunakan untuk keperluan sehari-hari.
Bahkan, sampah didaur ulang menjadi sebuah tikar berukuran 1,5 x 1,5 meter.
Upaya daur ulang sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat itu dilakukan oleh Lumbung Ilmu.
Lumbung Ilmu memusatkan kegiatan di Kampung Sri Tanjung, Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.
Baca juga: Terpanggil Kisah Dua Anak Yatim Terlantar, Wakil Wali Kota Serang Langsung Datang dan Beri Bantuan
Baca juga: Kisah H Aliyudin, Mantan Direktur PDAM yang Banting Setir jadi Perajin Miniatur Bambu
Pendiri Lumbung Ilmu, Purwanti, melakukan kegiatan itu sejak 2012.
Namun, beberapa bulan belakangan ini terhenti karena pandemi coronavirus diseasee 2019 (Covid-19).
"Padahal kegiatan kita biasanya paling ramai di hari Minggu," ujar pendiri Lumbung Ilmu, Purwanti kepada TribunBanten.com saat ditemui di rumahnya, Minggu (21/2/2021).
Berdasarkan pemantauan pada Minggu (21/2/2021) ini, tidak ada kegiatan di Saung Lumbung Ilmu.
Kegiatan mendaur ulang selalu dilakukan di Saung Lumbung Ilmu.
Saung bersebelahan dengan rumah Purwanti langsung hanya dipisahkan sekat tembok.
"Awal-awal kegiatan di depan teras rumah saya, Alhamdulilah sekitar 2017 ada orang yang baik membuatkan saung ini untuk kegiatan Lumbung Ilmu," tuturnya.
Selama pandemi kegiatan mendaur ulang di Lumbung Ilmu lumpuh total.
"Karena mendukung pemerintah dan mengantisipasi virus Covid-19," ujar ibu empat anak ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/warga-kota-cilegon-mendaur-ulang-sampah-plastik-bekas-1.jpg)