Keluarga Syok Tahu Endang Hilang dalam Insiden Perahu Terbalik di Sungai Ciujung Serang
Ia tidak percaya anaknya berada di perahu yang terbalik itu. Sebab, tidak biasanya Endang menarik perahu eretan saat hari masih gelap.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Hingga Sabtu petang, Endang (28), korban insiden perahu terbalik di Sungai Ciujung, Kabupaten Serang, tak kunjung ditemukan.
Ia merupakan satu dari empat penarik perahu penyeberangan atau perahu eretan yang menjadi korban insiden perahu terbalik di Kampung Penyabrangan, Desa Panosogan, Kecamatan Cikeusal, pada Sabtu subuh tadi.
Keempat penarik perahu sempat tenggelam setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik akibat terhantam arus sungai besar.
Sementara, tiga penarik perahu lainnya selamat, yakni Lulu, Adi Rohadi dan Wahyu alias Joy.
Perahu yang dikenal dengan sebutan perahu eretan itu menjadi pengubung antara Desa Panosogan dengan Desa Belokang.
Ibunda korban, Tiyah (48) mengaku kaget dan syok saat kali pertama mendapat kabar anaknya hanyut di Sungai Ciujung subuh tadi.
"Saya kaget, subuh-subuh ada yang bangunin, katanya Endang hanyut di eretan. Awalnya saya merasa heran, kok bisa?" ujarnya saat ditemui di rumah korban.
Baca juga: Detik-detik Perahu Terbalik di Sungai Ciujung Serang, Korban Selamat: Kami Berenang ke Gorong-gorong
Baca juga: Perahu Penyeberangan Terbalik di Sungai Ciujung Serang, 4 Penumpang Tenggelam
Ia tidak percaya anaknya berada di perahu yang terbalik itu. Sebab, tidak biasanya Endang menarik perahu eretan saat hari masih gelap.
"Saya bingung, mana posisi gelap. Mau ikut nyari, tapi enggak kelihatan," ujarnya.
Perasaan hampir sama disampaikan ayahanda Endang, Dayat (55).
"Soalnya posisi gelap, masih subuh. Kita dibangunkan sekitar jam empat, dikasih tahu bahwa Endang hanyut di eretan," ujarnya sambil meneteskan air mata.
Setelah mendapat kabar itu, Dayat dan keluarganya bergegas mendatangi lokasi kejadian, di titik penyeberangan Sungai Ciujung.
"Saat kejadian, memang kali sudah banjir dan cukup deras," ujarnya.
Dayat sempat mendapat informasi dari seorang warga, bahwa Endang ikut menyebrang bersama penarik perahu lainnya, Lulu dan rekan-rekannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/lokasi-kejadian-perahu-terbalik-di-sungai-ciujung.jpg)