Cerita Lulusan SMA asal Kabupaten Serang Sulit Cari Kerja di Masa Pandemi

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, nampak ramai dikunjungi para pembuat kartu kuning atau AK.1.

Tayang:
Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Warga Kabupaten Serang sedang mengajukan permohonan pembuatan kartu kuning atau AK.1 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM KABUPATEN SERANG - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, nampak ramai dikunjungi para pembuat kartu kuning atau AK.1.

Meski di tengah pandemi dan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK), menjadi tantangan tersendiri bagi para pencari kerja (Pencaker).

Sulitnya mencari pekerjaan nampak tidak pernah melunturkan semangat para pecaker ini.

Ada seorang pemuda tampak sibuk membaca papan informasi dan seraia mengambil ponselnya untuk memotret informasi tersebut. Senin(1/3/2021).

Ridwan Maulana seorang pemuda asal Kabupaten Serang tersebut menuturkan bahwa dirinya telah mendaftar melalui online sejak pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB.

"Udah dari pagi, tapi pas dicek nomor antreannya engga mau keluar," ujarnya dengan wajah tampak bingung.

Baca juga: Ini Cara Daftar Pembuatan Kartu Kuning Atau AK1 di Disnakertrans Kabupaten Serang Secara Online

Baca juga: Daftar Pembuatan Kartu Kuning di Pandeglang hingga Pukul 12.00, Ini Syarat dan Cara Lewat Online

Pria yang berusia 20 tahun tersebut, mengaku baru pertama kali membuat AK.1 ini.

"Baru lulus tahun kemarin angkatan Covid-19," ujarnya saat ditemui, TribunBanten.com.

Menurutnya, dengan adanya pendaftaran secara online ini dapat meminimalisir waktu.

"Efektif, karena tidak harus berdesak-deskan dan menunggu lama, hanya disarankan harus lebih tahu jelas mengenai informasinya,"ujarnya.

"Lama-lama engga enak juga kalau dirumah terus, ini lagi mau coba ngelamar-ngelamar siapa tahu rezeki," ujarnya.

Menurutnya, ia selalu mecari informasi mengenai lowongan pekerjaan melalui internet atau aplikasi.

"Kalau engga gitu banyaknya yang pake calo harus bayar lagi, mahalpula," ujarnya.

Sama halnya dengan Andini, ia menuturkan dirinya sudah satu tahun lamanya menjadi pengangguran setelah lulus sekolah.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved