Mahasiswa Untirta Meninggal
Pihak Untirta Klaim Tak Pernah Terima Surat Permohonan Izin Acara Diklat Mapala
Pihak Universitas Sultan Ageng Tirtayasa angkat bicara terkait mahasiswanya yang meninggal setelah mengikuti kegiatan diklat Mapala.
Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pihak Universitas Sultan Ageng Tirtayasa angkat bicara terkait mahasiswanya yang meninggal setelah mengikuti kegiatan diklat Mapala.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengembangan Karir dan Hubungan Almuni Untirta, Suherna mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah meberikan izinkegiatan tersebut.
"Rektor Untirta telah mengeluarkan surat edaran No. B/4/UN43/TU.00.00/2020 tetang kebijakan akademik dalam rangka tanggap darurat Covi-19 dilingkungan Untirta," ujarnya, Kepada, TribunBanten.com, Selasa(2/3/2021).
Ia pun menjelaskan, diantaranya adalah kegiatan perkuliahan dilaksanakan secara daring.
Imbauan kegiatan ekstrakurikuler secara online pada (18/1/2021) berdasarkan surat No B/98/UN43/KM.01.00/2021 yang telah dikeluarkan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, pengembangan Karir dan Hubungan Almuni.
Menurutnya, Atas dasar itu, maka setiap kegiatan ekstrakurikuler harus dilakukan secara daring, termasuk kegiatan BEM Untrirta dan Organisasi Kemahasiswaan.
Baca juga: Telusuri Penyebab Kematian Mahasiswa, Untirta Bakal Minta Keterangan Ketua Mapala
Baca juga: BREAKING NEWS: Mahasiswa Untirta Tewas dengan Luka Silet dan Lebam Usai Kegiatan Mapala 10 Hari
"Tidak diizinkan jika melaksanakan kegiatan luring, termasuk kegitan Diklat Mapalaut ini," ujar pria berbaju batik tersebut.
Ia pun menjelaskan bahwa sebelumnya, mahasiswa Untirta, Fadli Abdi Nursyahri Sudrajat sebelum mengikuti kegiatan diklat tersebut dalam kondisi sehat.
"Menurut konfirmasi yang didapat dari pihak keluarga memang Almarhum ini pernah mempunyai riwayat kecelakaan, yang mengakibatkan luka pada kakinya," ujarnya.
Rupanya bekas lukanya itu membuat kakinya terluka karena Fadli berjalan sangat jauh.
Diketahui kegiatan diklat mapalaut ini dilakukan selama 10 hari.
"Perjalanan jauh dan kondisi sepatu dalam keadaan basah, untuk luka sayatan silet itu tidak ada," ujarnya.
Suherna menjelaskan, pihaknya tidak menerima surat permohonan izin terkait acara Mapala tersebut.
Baca juga: Keluarga Beberkan Fadli Kerap Ditampar Selama Diklat Mapala Untirta di Gunung Karang
Baca juga: Untirta Sudah Mengeluarkan Surat Imbauan Kegiatan Ekstrakurikuler Digelar Online, Berikut ini Isinya
"Tidak ada surat permohon izin, kalaupun ada pasti kami larang karena memang tidak boleh ada kegiatan," uajrnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/pihak-untirta.jpg)