Breaking News:

Sejarah Stasiun Tertua di Sumatera Barat yang Diaktifkan Kembali Sejak 44 Tahun Tak Beroperasi

Inilah sejarah Stasiun Pulau Air di Sumatera Barat yang kembali aktif setelah 44 tahun tak beroperasi. Dibangun pada 1892

Editor: Renald
TribunPadang.com/ Rezi Azwar
Stasiun Pulau Air setelah diaktifkan kembali - Inilah sejarah Stasiun Pulau Air di Sumatera Barat yang kembali aktif setelah 44 tahun tak beroperasi. Dibangun pada 1892 

Jalur kereta api ini berawal dari Stasiun Pulau Air ke Padangpanjang yang menempuh jarak sekitar 70 kilometer.

Jalur tersebut berlanjut ke Kota Bukittingi sejauh 90 kilometer.

Jalur ini resmi dipakai pada 1 Oktober 1892 bersamaan dengan dioperasikannya Pelabuhan Emmahaven, yang sekarang dikenal sebagai Pelabuhan Teluk Bayur.

Adanya jaringa kereta api tersebut tak lepas dari adanya tambang batu bara di Omblin, Kota Sawahlunto pada tahun 1868 oleh geolog terkemuka Hindia Belanda, Willem Hendrik de Greve.

Awalnya jalur tersebut digunakan untuk mengangkut batu bara, serta hasil perkebunan dan penunpang menuju Pelabuhan Muaro dan Emmahaven yang berada di Kota Padang.

Kala itu, kereta api menjadi moda transportasi tercepat yang menghubungkan antar kota untuk mengangkut hasil bumi.

Dengan berjalannya waktu, minat masyarakat menggunakan kereta api menurun. Beberapa stasiun pun mulai tutup dan tak lagi beroperasi termasuk Stasiun Pulau Air.

Kereta api yang dilayani hanyalah jalur Padang-Pariaman dengan Kereta Api Sibinuang dan bus rel Lembah Anai.

Stasiun Pulau Air pun resmi tak beroperasi sejak tahun 1977.

Selama 40 tahun-an tak beroperasi, bangunan stasiun dibiarkan tak terurus dan menjadi rumah bagi tunawisma serta tempat penutupan barang dagangan warga setempat.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved