Breaking News:

Sejarah Stasiun Tertua di Sumatera Barat yang Diaktifkan Kembali Sejak 44 Tahun Tak Beroperasi

Inilah sejarah Stasiun Pulau Air di Sumatera Barat yang kembali aktif setelah 44 tahun tak beroperasi. Dibangun pada 1892

Editor: Renald
TribunPadang.com/ Rezi Azwar
Stasiun Pulau Air setelah diaktifkan kembali - Inilah sejarah Stasiun Pulau Air di Sumatera Barat yang kembali aktif setelah 44 tahun tak beroperasi. Dibangun pada 1892 

Tak hanya itu. Semak belukar menutup sebagian besar banguan yang mulai kusam. Salah satu sudut tembok terlihat jebol karena batang tanaman.

Semantara itu, beberapa ruas rel tak lagi tampa bekasnya karena dicuri ataupun sereboto untuk dibangun pemukiman.

Kembali Beroperasi

Rumah Minangkabau
Rumah Minangkabau (TripCanvas)

Stasiun Pulau Air kembali dioperasikan setelah ada Minangkabau Ekspress salah satu fasilitas Bandara Internasional Minangkabau.

Pekerjaan reaktivasi Stasiun Pulau Air telah mulai dilakukan pada Juni 2019 oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatra Bagian Barat.

Awalnya rencana reaktivasi mulai dilakukan pada 2008, namun terhenti akibat gempa bumi di Sumbar pada 2009 yang meluluhlantakkan Kota Padang.

Anggaran sebesar Rp 40 miliar disiapkan untuk menghidupkan lagi Stasiun Pulau Air beserta jaringan rel baru sepanjang 2,5 km menuju Stasiun Padang.

Nama Stasiun Padang adalah nama baru Stasiun Simpang Haru yang merupakan stasiun utama Minangkabau Ekspress.

Upaya menghidupkan kembali jalur kereta Stasiun Pulau Air bukanlah perkara mudah.

Sejak berhenti operasi pada 44 tahun silam, praktis lahan stasiun dikuasai warga karena dianggap sebagai tanah tak bertuan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved