Cerita Manusia Silver di Serang, Bentol-bentol Hingga Dua Kali Ditangkap Satpol PP
Bak patung kedua remaja berpose selama beberapa detik di hadapan para pengendara mobil dan sepeda motor yang berhenti
Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Abdul Qodir
Pekerjaan ini tetap ia lakoni karena tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Terlebih saat ini ia harus menafkahi istri dan anak balitanya.
Irwansyah menceritakan, sebelumnya ia adalah seorang kuli bangunan.
Pandemi covid-19 membuatnya kehilangan pekerjaan tersebut, sehingga menjadi manusia silver menjadi satu-satunya cara untuk menyambung hidup.
“Pekerjaan hilang. Untuk beli 1 telor pun tidak mampu. Keluarga sering kelaparan di rumah, jadi ya mau tidak mau harus bekerja seperti ini,” ujar Irwansyah.
Dalam sehari, biasanya ia hanya meraup uang sekitar Rp 50.000 sampai Rp 70.000.
Itu pun masih penghasilkan kotor.
Untuk menjadi manusia silver, Irwansyah harus mengeluarkan modal untuk membeli cat, minyak, dan sabun cuci piring.
Cat yang digunakan adalah cat sablon silver yang di campur dengan minyak tanah atau minyak goreng dengan rasio 50:50.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/manusia-silver-di-kota-serang-2.jpg)