Cerita Manusia Silver di Serang, Bentol-bentol Hingga Dua Kali Ditangkap Satpol PP

Bak patung kedua remaja berpose selama beberapa detik di hadapan para pengendara mobil dan sepeda motor yang berhenti

Tayang:
Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Amanda Putri Kirana
Dua manusia silver berpose di perempatan lampu merah Brimob, Jalan Raya Taktakan, Kota Serang, Banten, Sabtu (13/3/2021) siang. 

Pekerjaan ini tetap ia lakoni karena tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

  

Terlebih saat ini ia harus menafkahi istri dan anak balitanya. 

 
Irwansyah menceritakan, sebelumnya ia  adalah seorang kuli bangunan.

  

Pandemi covid-19 membuatnya kehilangan pekerjaan tersebut, sehingga menjadi manusia silver menjadi satu-satunya cara untuk menyambung hidup.

  

“Pekerjaan hilang. Untuk beli 1 telor pun tidak mampu. Keluarga sering kelaparan di rumah, jadi ya mau tidak mau harus bekerja seperti ini,” ujar Irwansyah. 

  
Dalam sehari, biasanya ia hanya meraup uang sekitar Rp 50.000 sampai Rp 70.000.

 
Itu pun masih penghasilkan kotor.

  

Untuk menjadi manusia silver, Irwansyah harus mengeluarkan modal untuk membeli cat, minyak, dan sabun cuci piring.

   

Cat yang digunakan adalah cat sablon silver yang di campur dengan minyak tanah atau minyak goreng dengan rasio 50:50. 

    

Sumber: Tribun Banten
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved