Cerita Manusia Silver di Serang, Bentol-bentol Hingga Dua Kali Ditangkap Satpol PP
Bak patung kedua remaja berpose selama beberapa detik di hadapan para pengendara mobil dan sepeda motor yang berhenti
Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Abdul Qodir
Saat dibalurkan ke tubuh, cat dapat luntur karena memeleh terpapar sinar matahari.
Oleh karena itu, dalam sehari proses pengecatan dilakukan berkali-kali.
Sabun cuci piring digunakan untuk membersihkan dan melunturkan cat setelah selesai beraksi.
Ia juga harus menggosok tubuhnya dengan plastik agar cat benar-benar terangkat.
Sejak menjadi manusia silver, Irwansyah sering kali mengalami iritasi dan bentol-bentol.
Tak jarang iritasi tersebut menjadi luka kemerahan dan terasa panas.
“Awal jadi manusia silver enggak betah. Apalagi saat kulit sedang iritasi tapi harus ditimpa cat lagi, rasanya pedih dan panas seperti terbakar” jelas Irwansyah.
Irwansyah sadar bahwa apa yang ia lakukan ini melanggar aturan, namun ia berharap agar pemerintah tidak terlaku keras kepada manusia silver karena menurutnya saat ini semua sudah serba susah.
“Sempat ditanya Satpol PP apa tidak ada pekerjaan lain. Ya kalau ada saya tidak mungkin melakukan pekerjaan ini. Selama kami mencari uang dengan tertib dan tidak menggangu jalan, harusnya bisa dikasih kelonggaran sedikit,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/manusia-silver-di-kota-serang-2.jpg)