Kisah Abah Amir, 40 Tahun Buka Jasa Sol Sepatu dengan Bayaran Seikhlasnya
Ia menuturkan bahwa badan yang sudah ringkih dan usia yang sudah tidak mudah lagi, tidak meghalanginya untuk tetap semangat menjalani hidup.
Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Abdul Qodir
Istrinya berada di Cimahi, dan kedua anaknya telah membina rumah tangga dan tinggal di luar kota.
“Dari rumah kesini jalan kaki, sekita 2 kilometer. Namun jika sedang lelah, naik becak. Hanya bayar Rp 5000,” ujar Abah Amir.
Baca juga: Kisah Dion Lontang-lanting 11 Hari di Cilegon tak Bisa Pulang ke Rumah, Kapolsek jadi Penolong
Baca juga: Viral Bocah Bergelantungan di Kabel PLN Setinggi 15 Meter di Tangerang Kemudian Meloncat
Penghasilan yang diraup oleh Abah Amir dari sol sepatu tidak menentu.
Sehari ia hanya menjahit 2 sampai 4 pasang sepatu atau sendal milik pengunjung.
Bahkan saat pandemi Covid-19 terkadang jasannya tidak laku sama sekali, seperti hari ini.
Selama 40 tahun menjadi tukang sol sepatu, Abah Amir menolak mematok harga ke warga yang menggunakan jasanya.
“Abah Amir tidak pernah mematok harga, jadi pengunjung bayar seikhlasnya saja. Kalau dikasihnya Rp 10.000 ya tidak apa-apa memang sudah segitu rezekinya abah,” tutur Abah Amir dengan mata berbinar.
Ia menuturkan bahwa badan yang sudah ringkih dan usia yang sudah tidak mudah lagi, tidak meghalanginya untuk tetap semangat menjalani hidup.
Ia pun berharap, agar selalu diberikan kesehatan jasmani dan rohani serta kemudahan dalam mencari rezeki.
Berita lain terkait kisah inspiratif
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/kisah-kakek-abah-amir-40-tahun-buka-jasa-sol-sepatu-dengan-bayaran-seikhlasnya-2.jpg)