Sekolah Tatap Muka di Tangsel Direncanakan Juli 2021, Berikut Skema Pembelajaran Dindikbud

Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan memastikan pembelajaran tatap muka akan dimulai pada Juli 2021 atau pada tahun ajaran baru.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Kompas.com/Kahfi Dirga Cahya
Ilustrasi gedung sekolah SMA - Gedung SMAN 15 Kota Tangerang 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan memastikan pembelajaran tatap muka akan dimulai pada Juli 2021 atau pada tahun ajaran baru mendatang.

Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan sudah mempersiapkan skema pembelajaran.

Baca juga: Sebanyak 771 SD di Lebak Sudah Lakukan Ujian di Sekolah dengan Sistem Sif

Baca juga: 52 Titik di Lebak Masih Susah Sinyal, Bupati Lebak Bakal Terapkan Sekolah Tatap Muka

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan Taryono, mengatakan, keputusan itu mengikuti kebijakan pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah pusat.

"Kita gini, saat ini sedang vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan di sekolah. Kalau kami sesuai arahan pimpinan mengikuti pemerintah pusat, yaitu akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru, Juli," ujar Taryono melalui sambungan telepon, Senin (22/3/2021).

Saat ini, upaya menuju sekolah tatap muka adalah vaksinasi terhadap guru, dan tenaga kependidikan, seperti sekuriti, petugas tata usaha hingga petugas kebersihan sekolah.

"Iya tenaga kependidikan itu sekarang, yang belum vaksin, sekolah agar melaporkan kepada puskesmas terdekat," ujarnya.

Selain itu, Taryono juga mengatakan, sekolah sedang menyiapkan infrastruktur protokol kesehatan.

Setelahnya, persiapan sekolah akan diverifikasi oleh Dinas Kesehatan.

"Iya kita cek ulang, benar enggak sekolah sudah menjalankan protokol Covid-19, benar enggak sekolah punya termogun, benar enggak sekolah punya tempat cuci tangan untuk anak dan lain-lain," kata Taryono.

Taryono mengatakan, proses verifikasi masih menunggu proses vaksinasi rampung.

"Belum ada datanya, masih proses semua sih. Masih sibuk vaksinasi," pungkas Taryono.

Taryono, mengatakan, saat kegiatan belajar mengajar (KBM) dikelas diberlakukan, tidak semua siswa bisa langsung mengikuti.

Kehadiran siswa akan dijadwal sedemikian rupa agar protokol kesehatan jaga jarak bisa tetap diterapkan.

Taryono mengatakan, melihat kapasitas sekolah di Tangsel, siswa akan dijadwalkan masuk kelas dua hari per pekan.

Kurikulumnya pun akan dibuat khusus agar materi pelajaran bisa efektif diterima siswa.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved