Breaking News:

52 Titik di Lebak Masih Susah Sinyal, Bupati Lebak Bakal Terapkan Sekolah Tatap Muka

Menurutnya, saat ini masih terdapat 52 titik di Kabupaten Lebak yang masih sangat sulit dilalui sinyal untuk proses belajar mengajar.

TRIBUNMADURA.COM/BENNI INDO
Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di SMK saat pandemi Covid-19 - Kegiatan pembelajaran tatap muka di SMKN 2 Batu, Jawa Timur, Senin (24/8/2020). 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Pemerintah Kabupaten Lebak tengah bersiap untuk memulai pelaksanaan sekolah tatap muka langsung dalam waktu dekat ini.

Hal tersebut digaungkan oleh Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya yang menilai selama satu tahun pelaksanaan belajar secara daring tidak efektif di Kabupaten Lebak.

Menurutnya, saat ini masih terdapat 52 titik di Kabupaten Lebak yang masih sangat sulit dilalui sinyal untuk proses belajar mengajar.

Pihaknya juga saat ini sedang menyiapkan segala kebutuhan standar operasioanal sekolah yang harus menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Lupa Matikan Kompor Saat Jemput Anak di Sawah, Rumah di Lebak Hangus Terbakar

Baca juga: Cegah Aksi Geng Motor dan Balap Liar, Polres Lebak Gelar Razia Besar-Besaran

"Kita juga tidak menutup kemungkinan akan melakukan tatap muka, akan kita evaluasi mana saja yang zona hijau, yang bisa dilakukan tatap muka. Ada komitmen bersama, bersama sekolah, wali murid dan orangtua," katanya saat dihubungi, Sabtu (20/3/2021).

Iti menjelaskan perubahan aturan sekolah di Kabupaten Lebak, dikarenakan adanya evaluasi selama satu tahun terakhir dan permintaan dari para wali siswa yang hampir selama satu tahun terakhir harus berputar-putar untuk mengerjakan PR anak-anaknya lantaran jaringan blank spot.

Hal itu juga yang membuat akhirnya pihaknya mulai memikirkan kembali untuk pelaksanaan kegiatan sekolah tatap muka dalam waktu dekat.

"Dengan pembelajaran daring ini, Kabupaten Lebak memiliki 52 blank spot, tentunya para tenaga pendidik kami yang harus mendatangi rumah anak didik kami. Kalau mendatangi rumah, tentu memakan waktu banyak," tegasnya.

Dirinya juga bahkan mengkhawatirkan apabila kegiatan belajar mengajar secara daring terus dilakukan, maka dapat dipastikan angka putus sekolah di Kabupaten Lebak akan semakin banyak lantaran tidak adanya alat untuk mengikuti proses tersebut.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved