Belajar Tatap Muka Dimulai Juli, Pemprov Banten Gelar Simulasi dan Evaluasi Kesiapan Sekolah
Pemerintah Provinsi Banten melakukan simulasi dan evaluasi kesiapan sekolah tatap muka. Upaya simulasi dan evaluasi itu dilakukan di Kabupaten Lebak
TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah Provinsi Banten melakukan simulasi dan evaluasi kesiapan sekolah tatap muka.
Upaya simulasi dan evaluasi itu dilakukan di Kabupaten Lebak.
Acara itu melibatkan para kepala sekolah SMA, SMK, dan SKh (sekolah khusus) Negeri se-Kabupaten Lebak.
"Saya tadi melakukan simulasi dan evaluasi terkait kesiapan sekolah tatap muka. Evaluasi dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dan mendapat dukungan dari para kepala sekolah," ujar pria yang akrab disapa WH itu, Kamis (25/3/2021).
Baca juga: Jelang Sekolah Tatap Muka, 13 Unit SMA Dibangun di Lebak Tahun Ini
Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Tangsel Direncanakan Juli 2021, Berikut Skema Pembelajaran Dindikbud
Masih menurut Gubernur, saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, sekolah tatap muka diijinkan dengan protokol kesehatan ketat dan terbatas.
Sehingga harus memperhatikan status zona wilayah dalam pandemi Covid-19, ketersediaan ruangan, kesiapan guru, para siswa dan orang tua, dan sebagainya.
Kepada para Kepala Sekolah dan guru, Gubernur berpesan, sebagai Aparatus Sipil Negara (ASN) para Kepala Sekolah dan guru harus disiplin dan taat melaksanakan protokol kesehatan.
Pemerintah dan negara terus berusaha menangani dan menanggulangi Covid-19.
"Kalau kita tidak disipilin terhadap protokol kesehatan, bakal menjadi lahan subur berkembangnya Covid-19," ucapnya.
Gubernur juga mengimbau para Kepala Sekolah dan Guru di Kabupaten Lebak untuk disiplin dan taat melaksanakan protokol kesehatan.
Hal itu sesuai dengan kondisi dan karakteristik masyarakat Kabupaten Lebak yang banyak melakukan mobilitas ke Jakarta dengan transportasi kereta api.
Dikatakan, anggaran Pemerintah saat ini banyak terserap ke dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19.
"Kita harus selalu beryukur kepada Allah SWT dalam situasi dan kondisi apapun. Karena kita selalu mendapatkan anugerah Allah SWT. Kita berhikmat kepada Allah SWT, karena akan ada jalan keluar, di balik kesusahan ada kemudahan," kata mantan Wali Kota Tangerang selama dua periode ini.
Masih menurut Gubernur, para Kepala Sekolah dan Guru SMK harus berani mengkaji lagi pembidangan-pembidangan yang sudah jenuh. Perubahan jurusan bisa terjadi dalam dua atau tiga tahun.
"Kepala Sekolah harus mampu mencermati tren di dunia usaha untuk mencari model pendekatan yang menyesuaikan tren hari ini dan ke depan. Karena kalau tidak, kita tidak bisa menghasilkan lulusan yang siap bekerja," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/gubernur-banten-wahidin-halim-di-lebak.jpg)